Suara.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia yang seharusnya penuh dengan khidmat dan kebahagiaan, kini tercoreng oleh sebuah pemandangan yang membuat miris jagat maya.
Sebuah video viral di platform X (dulu Twitter) menunjukkan ironi yang menyakitkan: ratusan nasi boks yang diduga merupakan hidangan untuk acara di Istana Negara, berakhir menjadi tumpukan sampah.
Dalam video berdurasi 1 menit, 6 detik yang diunggah oleh akun X @MiskinTV_, terlihat jelas hamparan ratusan boks nasi berwarna putih dengan logo khusus HUT RI ke-80.
"Kabarnya ini adalah nasi box di salah satu rangkaian acara perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara. Miris sih, apalagi kalo anggaran buat acara seperti ini dibiayai dari APBN yang notabene berasal dari uang Pajak Masyarakat," tulis akun tersebut dipantau pada Rabu (20/8/2025).
Nasi kotak tersebut berserakan tak karuan di atas sebuah terpal biru yang luas, seolah tak ada harganya sama sekali.
Perekam video dengan perlahan berjalan, menyorot detail tumpukan makanan yang mubazir itu. Beberapa kotak bahkan masih dalam keadaan terbuka, memperlihatkan nasi beserta lauk-pauknya yang masih utuh dan sama sekali belum tersentuh.
Tak hanya nasi boks, di antara tumpukan itu juga terlihat buah-buahan seperti pisang dan jeruk yang ikut terbuang, menambah pemandangan yang menyayat hati.
Tak butuh waktu lama, video tersebut langsung diserbu komentar pedas dan menohok dari netizen. Saking murkanya dengan ratusan nasi boks yang terbuang sia-sia oleh panitia acara, tak sedikit netizen yang menyindir soal efisiensi yang getol digembar-gemborkan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Sama makanan aja ga bisa menghargai, apalagi sama rakyatnya," tulis salah satu netizen.
"Buang buang anggaran, buang buang uang rakyat. Mentang mentang uangnya masih banyak, lupa padahal itu bukan uang mereka sendiri tetapi uang rakyat yg mestinya mereka kelola dengan baik dan bijaksana! Gak iklash rakyat kalau uangnya dihambur hamburkan seperti itu," timpal yang lain.
Baca Juga: Gebrakan 'Ngeri' KPK di DPR: Tuntut Kewenangan Penuh di RKUHAP, Ngotot Lepas dari Supervisi Polri!
"Efisienshit," celetuk yang geram.
Meski menjadi perbincangan publik, hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah termasuk pihak Istana soal beredarnya video ratusan nasi boks peringatan HUT RI itu yang berakhir menjadi tumpukan sampah itu.
Berita Terkait
-
Gebrakan 'Ngeri' KPK di DPR: Tuntut Kewenangan Penuh di RKUHAP, Ngotot Lepas dari Supervisi Polri!
-
Tes DNA Dimenangkan RK, Lisa Mariana 'Digentayangi' Kasus Baru usai Terjerat Skandal Video Syur!
-
Nasib di Ujung Tanduk, HNW Wanti-wanti KPK Umumkan Status Gus Yaqut: Hati-hati Jangan jadi Fitnah!
-
Kompak Joget Bareng Eko Patrio dkk saat Sidang Tahunan MPR, Uya Kuya: Kita DPR tapi Kita Artis!
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Anjing Pitbull Lepas Serang Bocah 9 Tahun di Bandung, Korban Luka Parah di Kepala dan Telinga
-
AMPB Pastikan Masyarakat Pati yang Bertemu DPR Hari Ini Bukan Pihaknya
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
Geliat Musik Keras di Magnumotion Loud Fest, dari Hijaber hingga Aksi Cadas Seringai
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!
-
Tolak Perfect Woman Syndrome: Saatnya Perempuan Hidup Realistis dan Merdeka
-
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Tembus 100 Orang, Luka Berat Tak Tertolong
-
Gugat Dosa Struktural Negara, FIAD Nyatakan Indonesia Darurat Keadilan
-
Hadir di Coinfest Asia 2026, COIN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Aset Digital Tepercaya
-
Terima Audiensi Masyarakat Pati yang Tolak Demo, DPR: Tak Harus Selalu Turun ke Jalan