Suara.com - Kenaikan gaji anggota DPR RI menuai kritik masyarakat dari berbagai kalangan di media sosial.
Salah satu yang disorot adalah tunjangan rumah sebagai pengganti rumah dinas untuk anggota DPR sebesar Rp50 juta.
Di tengah ramainya gelombang protes tersebut, video Habiburokhman yang merupakan Ketua Komisi III DPR sedang makan mi instan jadi viral.
"Awalnya terlihat biasa saja ketika Ketua Komisi III DPR Habiburokhman makan mi instan," ujar pengisi suara dalam video yang dibagikan akun X @MurtadhaOne1.
Habiburokhman juga membagikan proses memasak mi instan yang kemungkinan untuk menunjukkan kesederhanaannya.
Namun warganet yang jeli salah fokus dengan tabung LPG di dapur Habiburokhman.
"Tapi seketika jadi sorotan warganet saat mengetahui gas yang dipakai adalah gas LPG 3 kilogram," lanjut narasi dalam video.
Sebagaimana diketahui, gas LPG 3 kilogram yang berwarna hijau jelas-jelas menuliskan 'Hanya untuk masyarakat miskin' di tabungnya.
Baca Juga: Komentari Gaji DPR Naik, Jerome Polin Soroti Tunjangan Pajak dan Rumah
"Pantas saja gas LPG 3 kilogram sering langka, komentar warganet," ujar narasi tersebut.
Video Habiburokhman memasak mi instan menggunakan LPG 3 kilogram ternyata dibagikan melalui Instagram pribadinya pada 17 Agustus 2025 lalu.
Kemarahan warganet semakin tak terbendung mengetahui anggota DPR yang digaji sekitar Rp100 juta per bulan mengambil hak orang miskin.
"Woi @habiburokhman ada tanggapannya kah? Gaji dan tunjangannya aja Rp100 juta lebih, masa iya pakai gas melon. Malu dong, itu juga kalo masih ada urat malunya," komentar akun @IIwant***.
"Coba cc ke @prabowo @Gerindra @habiburokhman.Mungkin memang termasuk kalangan miskin, soalnya di tabung gas kan tertulis hanya untuk rakyat miskin," sentil akun @narto301***.
"Coba spill hartanya, rumah, mobil, peliharaannya. Kok gak yakin dengan konsepnya anggota dewan satu ini, pura-pura miskin atau cuma mau ngejek penghidupan rakyat jelata," sahut akun @MbahSi***.
Berita Terkait
-
Komentari Gaji DPR Naik, Jerome Polin Soroti Tunjangan Pajak dan Rumah
-
Habiburokhman Masak Mie Instan Pakai Gas 3kg Tuai Cibiran: Ikut Menikmati Subsidi untuk Rakyat
-
Heboh Gaji Anggota DPR Naik, Kekayaan Kris Dayanti Melonjak Sejak Duduk di Senayan
-
5 Anggota DPR 2024-2029 Terkaya: Ada yang Hartanya Rp2,6 Triliun, Lebih Tajir dari Prabowo
-
Pasha Ungu dari Partai Apa? Tak Ikut Joget bareng Anggota DPR di Tengah Isu Naik Gaji
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut