Penunjukan FX Rudy membawa sebuah ironi besar.
Ia adalah sekutu politik terdekat Jokowi saat merintis karier di Solo. Di tengah hubungan dingin antara Istana dan PDIP pasca-Pilpres, penunjukan Rudy bisa ditafsirkan sebagai langkah pragmatis.
Megawati sadar betul bahwa untuk merebut kembali Jateng, PDIP harus bisa "berbicara" dengan bahasa yang dipahami oleh para pemilih loyal Jokowi.
Rudy adalah jembatan itu.
Ia adalah figur yang bisa merangkul kembali para pendukung Jokowi yang kemarin menyeberang, tanpa harus membuat partai kehilangan muka. Ia membawa DNA "Jokowisme"—politik yang menyentuh langsung perut dan hati rakyat—ke dalam struktur partai yang sempat dianggap kaku dan arogan.
Pertarungan PDIP belum usai. Pencopotan Bambang Pacul adalah babak pertama dari sebuah drama panjang untuk merebut kembali supremasi di Kandang Banteng.
Pertaruhan kini ada di pundak FX Rudy: mampukah ia menyembuhkan luka, menyatukan kembali barisan, dan memimpin banteng yang terluka untuk kembali menyeruduk di ajang Pilkada serentak?
Bagaimana pandangan Anda?
Apakah langkah Megawati ini adalah strategi brilian untuk kebangkitan PDIP, atau justru menunjukkan kepanikan pasca-kekalahan telak?
Baca Juga: Tahta Bambang Pacul di Jateng Runtuh Usai 'Sentilan' Pedas Megawati
Bagikan analisis Anda di kolom komentar
Berita Terkait
-
Tahta Bambang Pacul di Jateng Runtuh Usai 'Sentilan' Pedas Megawati
-
Megawati Minta Presiden Prabowo Berantas Buzzer, Warisan Kerusakan Demokrasi 10 Tahun Jokowi?
-
Prabowo Sudah Coba Merangkul, Tapi Luka Batin ke SBY dan Jokowi bikin Megawati Absen ke Istana?
-
Tak Perlu Ngobrol Serius, Prabowo-Megawati Mau Bertemu Sambil Makan Enak dan Cerita
-
Hasto Ungkap Pesan Megawati Terkait Proyek Penulisan Ulang Sejarah RI
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional