Sudewo tidak menghadiri dua rapat paripurna penting, termasuk yang membahas Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
2. Upacara HUT ke-80 RI
Puncaknya, ia tidak menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Kemerdekaan.
Posisinya digantikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dengan alasan resmi bahwa Sudewo sedang sakit.
Alasan "sakit" ini menimbulkan tanda tanya, terutama ketika Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Pati, Riyoso, di lain kesempatan menyebut Sudewo sedang berada di luar kota untuk menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).
Ketidakhadiran yang misterius ini memicu reaksi publik. Warga menggelar aksi simbolik "Festival 1000 Lilin" di Alun-Alun Pati sebagai peringatan tujuh hari Bupati meninggalkan Pendapa.
Kekosongan kepemimpinan ini menciptakan kevakuman dan menguatkan spekulasi bahwa Sudewo sedang berada di bawah tekanan hebat.
Manuver Sudewo
Di tengah absennya Sudewo, DPRD Pati merespons tuntutan publik dengan membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket.
Pansus ini dibentuk untuk menyelidiki 12 poin kebijakan Sudewo yang dianggap bermasalah, mulai dari infrastruktur, pengelolaan dana desa, hingga kebijakan pajak daerah.
Baca Juga: Isu Damai Ditepis, Korlap Aliansi: Hilang Satu Tumbuh Seribu! Pelengseran Bupati Pati Jalan Terus
Namun, di balik layar, muncul dugaan adanya upaya untuk melemahkan gerakan massa.
Koordinator Hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Nimerodi Gulo, menuding bahwa pihak Bupati Sudewo berusaha "menggembosi" kekuatan aliansi rakyat.
"Pihak Bupati dan kawan-kawan berusaha untuk menggembosi aliansi ini dengan cara memanggil satu-satu orang yang tampil di media dan kemudian berusaha untuk merangkul," ucap Nimerodi.
Upaya ini seolah menjadi sinyal bahwa pertarungan politik tidak hanya terjadi di jalanan, tetapi juga melalui lobi-lobi senyap.
Damai di Balik Layar dengan Pentolan Demo
Setelah sepekan menghilang, Sudewo kembali dengan langkah tak terduga.
Sebuah foto beredar menunjukkan dirinya berpose akrab dengan Ahmad Husain Hafid, salah satu pentolan demo yang paling vokal dan inisiator rencana demo jilid kedua.
Sesaat setelah foto itu muncul, Husain mengumumkan pembatalan demo lanjutan yang rencananya digelar pada 25 Agustus 2025 nanti.
Alasannya, ia merasa gerakan tersebut telah ditunggangi kepentingan politik dan melenceng dari tujuan awal.
"Kayak-kayak ditunggangi politik. Kalau saya dari awal real (nyata) dari masyarakat. Makanya saya memilih membatalkan, ketimbang saya hanya jadi jembatan dan ditunggangi politik," ujar Husain.
Husain mengonfirmasi telah berkomunikasi langsung dengan Sudewo melalui panggilan video dan merasa aspirasinya telah diterima.
Ia pun menyatakan telah berdamai dan tidak lagi mendorong pemakzulan.
Perjuangan Kandas atau Babak Baru Politik Pati?
Manuver Bupati Sudewo yang "menghilang" lalu muncul kembali dengan merangkul salah satu figur kunci perlawanan akankah memecah soliditas gerakan massa?
Langkah ini efektif meredam rencana demo lanjutan dan mengubah narasi dari "musuh bersama" menjadi "dialog konstruktif".
Namun, pertanyaan besar tetap menggantung. Apakah perjuangan rakyat Pati telah kandas? Bagaimana nasib Pansus Hak Angket yang telah dibentuk DPRD?
Apakah langkah damai ini mampu memulihkan kepercayaan publik yang telah terkikis, atau justru dianggap sebagai cara licik untuk melumpuhkan kekuatan oposisi?
Publik kini menanti, apakah ini akhir dari tuntutan pemakzulan, atau hanya sebuah jeda sebelum babak baru dimulai.
Bagaimana menurut Anda? Apakah ini akhir dari tuntutan pemakzulan Bupati Sudewo, atau hanya strategi sementara?
Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini dan ikuti terus perkembangan beritanya!
Berita Terkait
-
Isu Damai Ditepis, Korlap Aliansi: Hilang Satu Tumbuh Seribu! Pelengseran Bupati Pati Jalan Terus
-
Hukuman Bupati Pati Bisa Diringankan jika Terbukti Korupsi, Warganet Bandingkan dengan Maling Motor
-
Husein Sebut Demo Pati Jilid 2 Batal Usai Ditelpon Bupati Sudewo: Biarin Kalau Dibilang Masuk Angin
-
Ahmad Husein Batalkan Demo Pati Jilid II usai Dirangkul Sudewo, Warganet: Kena Sawan Opo Kowe?
-
Amarah Pati Menggema ke Jakarta, Kemendagri Semprot 104 Daerah yang Naikkan PBB Gila-gilaan
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana