Suara.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel kembali jadi sorotan publik usai tertangkap OTT KPK. Namun, sebelum kasus ini, Noel memang dikenal sering menimbulkan kontroversi di ranah publik. Berikut rangkuman jejak kontroversialnya:
1. Tagar #Kaburajadulu dan Pernyataan Warga Jangan Balik ke Indonesia
Pada Februari lalu, jagat media sosial diramaikan dengan tagar #IndonesiaGelap dan #Kaburajadulu. Noel, yang juga Ketua Relawan Prabowo Mania 08, menanggapi santai tren tersebut.
"Hastag-hastag enggak apa-apa lah, masak hastag kami peduliin," ujarnya di Kementerian Desa, Senin (17/2/2025).
Ia bahkan mempersilakan masyarakat yang ingin pergi dari Indonesia untuk tidak kembali lagi. "Mau kabur, kabur aja lah. Kalau perlu jangan balik lagi," tegas Noel.
2. Kasus PHK Massal PT Sritex
Saat menjabat sebagai Wamenaker, Noel juga terseret kontroversi soal kasus kepailitan PT Sritex yang berdampak pada puluhan ribu pekerja.
Noel sempat mengaku mumet terkait kasus tersebut. Bahkan setelah mengunjungi pabrik di Sukoharjo, ia memastikan tak ada PHK. Namun, kenyataannya, Sritex justru resmi memutus hubungan kerja terhadap 10.665 karyawan, berbeda dengan klaim Noel.
3. Jadi Saksi Meringankan Munarman
Pada 2022, Noel mengejutkan publik ketika menjadi saksi meringankan untuk eks Sekretaris Umum FPI, Munarman, dalam kasus terorisme.
Langkahnya ini bertentangan dengan sikap pemerintah, padahal saat itu ia menjabat Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan). Imbasnya, Noel dicopot dari posisi komisaris PT Mega Eltra, anak usaha PT Pupuk Indonesia.
4. Sidak Penahanan Ijazah di Surabaya
Kontroversi lain muncul pada April 2025 ketika Noel melakukan sidak di perusahaan UD Sentoso Seal, Surabaya. Ia menemukan dugaan penahanan ijazah puluhan pekerja.
"Saya pikir Pak Wawali aja yang tidak dihargai, ternyata saya juga tidak dihargai. Nah, ini pelajaran untuk industrial yang lain juga. Jangan pernah menahan yang namanya ijazah. Itu pelanggaran hukum," kata Noel.
5. Nyaris Adu Jotos dengan Deddy Sitorus
Berita Terkait
-
Podcast Tiga Dara: Wamenaker Blak-blakan, Sebut Ijazah Sudah Bukan Modal Cari Kerja!
-
Siap-siap! KPK akan Lelang Barang Mewah Eks Wamenaker Noel, Ada Ducati Hingga Mobil BAIC
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Kabar Baik! 97 Persen Huntara Rampung, Pengungsi di Aceh-Sumbar Tak Lagi Tinggal di Tenda
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami