Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkap bahwa optimisme dan dukungan yang ia terima bukanlah hasil penggunaan buzzer.
Dia menyebut, melainkan hasil dari keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti transparansi anggaran yang ia tunjukkan langsung kepada publik.
Dedi meyakini bahwa sebelum ia memimpin, masyarakat Jawa Barat tidak memiliki akses untuk memahami bagaimana uang triliunan rupiah di APBD dibelanjakan.
“Yang terjadi adalah publik bahagia di mana dulu dia tidak tahu anggaran provinsi itu seperti apa, peruntukannya untuk apa. Hari ini mereka bisa mengakses, bisa melihat, dan saya ngomong di YouTube disebutin angka-angkanya.” ungkap Dedi Mulyadi dalam sebuah podcast melalui kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Jumat (15/8/2025).
Kemudian, Dedi mengatakan bahwa tindakannya tersebut memicu reaksi dari warga.
Setelah melihat data yang disajikan dan mendengar pemaparan Dedi Mulyadi di YouTube, banyak warga dan content creator lokal turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi.
"Setelah saya sebutkan angka-angkanya, mereka cek ke lapangan. Mereka melihat bagaimana pembangunan jalan, pembangunan jembatan, irigasi, sebentar lagi pembangunan sekolah," jelasnya, dalam podcast tersebut, pada Kamis (14/8/2025).
Fenomena tersebut, menurut Dedi, menciptakan efek multiplier effect, yaitu para warga dan content creator menjadi ikut berpartisipasi aktif dalam mengawasi dan mendokumentasikan proyek-proyek pembangunan yang berjalan.
Setelahnya, informasi tentang kinerja pemerintah menyebar secara natural.
Baca Juga: Spanduk 'Gubernur Pencitraan' Sambut KDM di Sleman, Pelaku Wisata: Jangan Jadikan DIY Bahan Konten!
"Publik itu menjadi terpartisipasikan dalam sebuah konsep gagasan yang saya usung. Ini memiliki multiplier effect media, publiknya jadi tahu semua karena mereka yang berpartisipasi," tambah Dedi.
Dengan mengungkapkan fakta tersebut, Dedi secara langsung membantah tudingan bahwa popularitasnya adalah hasil penggunaan buzzer.
"Optimisme publik inilah yang orang tuduh saya pakai buzzer itu. Padahal bukan." tegasnya.
"Dukungan yang mengalir deras di media sosial adalah cerminan dari kepuasan publik yang akhirnya merasa dilibatkan dan melihat langsung hasil nyata dari anggaran tersebut," pungkas dia.
Reporter : Nur Saylil Inayah
Berita Terkait
-
Dampak Kebijakan Rombel Dedi Mulyadi: Merugikan Sekolah Swasta, Kini Berujung di PTUN
-
Menkeu Terbitkan PMK Soal Efisiensi, 15 Item Belanja Kena Pangkas dari Rapat Hingga Souvenir
-
Dedi Mulyadi Blak-blakan Ogah Turun Tangan Hadapi Kisruh Bandung Zoo
-
Anak-anak di Pelosok Sukabumi Naik Perahu Rakit ke Sekolah, Teriak Minta Jembatan ke Dedi Mulyadi
-
Dedi Mulyadi: Politik Merusak Desa, Tak Semua Perlu Adakan Pilkades
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi