Suara.com - Di tengah riuh dan panasnya aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senin (25/8/2025), terselip sebuah kisah inspiratif yang menyejukkan.
Kisah itu datang dari Denny Nurjaman, seorang penyandang disabilitas yang datang jauh-jauh dari Cakung, Jakarta Timur, untuk ikut menyuarakan aspirasinya.
Denny menempuh perjalanan menggunakan kendaraan modifikasi, sebuah papan yang di bawahnya dipasang roda. Kehadirannya bukan untuk meneriakkan amarah, melainkan untuk menyuarakan pesan damai.
Baginya, tujuan utama kehadirannya di Senayan adalah untuk memastikan Indonesia tetap tenang dan terhindar dari perpecahan.
"Tujuannya, ya, supaya damai-damai aja. Jangan ada keributan," ujar Dedi saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 25 Agustus 2025.
Karena itu, Denny Nurjaman berharap para wakil rakyat bisa menjadi penyejuk, bukan pemicu kerusuhan. Denny mengaku trauma dengan sejarah kelam bangsa dan tak ingin hal itu terulang kembali.
"Jangan terjadi kayak '98," tegasnya.
Ketika ditanya apa yang mendorongnya untuk tetap turun ke jalan di tengah keterbatasan fisik dan cuaca yang terik, jawaban Dedi begitu sederhana namun sarat makna.
"Nah, itu sih demi... demi bangsa Indonesia aja," ucapnya.
Baca Juga: Di Tengah Kepungan Massa, Nurul Arifin Sentil Rekan di DPR: Kondisinya Tidak Baik-baik Saja!
"Demi Indonesia aja, membela rakyat Indonesia aja," sambungnya mantap.
Ironi manisnya, di tengah potensi chaos, Dedi justru merasa aman. Ia mengaku mendapat perlindungan khusus dari para personel kepolisian yang bertugas di lokasi.
"Dilindungiin sama polisi juga," katanya, membenarkan bahwa aparat tidak hanya bertugas memukul mundur massa, tetapi juga mengayomi warga rentan sepertinya.
Berita Terkait
-
Brutal di Demo DPR! Sudah Tunjukkan ID Pers, Wartawan ANTARA Tetap Dihantam Tongkat Polisi
-
Dasco: Anggota DPR yang Standby di Senayan Harap Temui Demonstran
-
Demo 25 Agustus Memanas, Massa Anak STM Meluber ke Tol Demi Jebol Gedung DPR: Ayo Maju!
-
Imbas Demo Ricuh di DPR, Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute
-
Polisi Membabi Buta! Wartawan yang Liput Aksi Bubarkan DPR Dipukuli
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Ramadan! DPRD Desak Pemprov DKI Tambah Kuota dan Atasi Sengkarut Distribusi Pangan Subsidi
-
Feri Amsari: Penunjukan Adies Kadir Cacat Prosedur, Berpotensi Ganggu Independensi MK
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik
-
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
-
Rekam Jejak Adies Kadir Disorot Usai Jadi Hakim MK, Diduga Sarat Misi Politik DPR dan Golkar?
-
Warga Pulomas Menang Lawan Pemilik Lapangan Padel di PTUN, Mengapa Masih Beroperasi?
-
Dell Akui Baru Jual Chromebook Saat Ada Pengadaan Kemendikbud, Apa yang Terjadi Sebelumnya?
-
Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api