Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersepakat memperkuat sinergi untuk menjadikan Jakarta sebagai kota percontohan perlindungan perempuan dan anak.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyebutkan kalau Provinsi DKI Jakarta telah menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, pemenuhan hak anak, dan perlindungan anak.
Berdasarkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) tahun 2024, DKI Jakarta memperoleh angka 95,56 atau di atas angka nasional (91,85). Sementara Indeks Perlindungan Anak (IPA) tahun 2023 mencapai angka 70,11 atau di atas rata-rata nasional (63,83).
"Meski begitu, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu kita hadapi," ujar Arifah dalam keterangannya, Kamis (28/8/2025).
"Oleh karenanya, kami berkomitmen untuk melakukan upaya bersama antara Kemen PPPA dan DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan yang masih perlu diselesaikan, salah satunya untuk mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak," katanya menambahkan.
Arifah menambahkan bahwa Kementeria PPPA sebenarnya telah lama bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Dia berharap sinergi itu terus berlanjut untuk mendukung tiga program prioritas, di antaranya Ruang Bersama Indonesia (RBI), layanan call center pengaduan kekerasan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, dan Satu Data Perempuan dan Anak.
Arifah menambahkan kalau upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilakukan dengan memperkuat kualitas keluarga.
"Lima faktor utama yang perlu diperhatikan adalah masalah ekonomi, pola asuh keluarga, penggunaan gadget, lingkungan, dan pernikahan usia anak," pesannya.
Baca Juga: Surat Kartini Jadi Memori Dunia UNESCO: Ini Maknanya bagi Perjuangan Kesetaraan Gender Masa Kini
Berita Terkait
-
Darurat Kekerasan Kampus: Menteri PPPA Desak Mahasiswa Berani Bersuara dan Putus Rantai Kekerasan
-
Tragedi Balita Sukabumi Meninggal Akibat Cacingan, Menteri PPPA Sentil Desa hingga Pemda
-
Menteri PPPA Usulkan Petugas Haji Perempuan Lebih Banyak: Ini Alasannya!
-
Surat Kartini Jadi Memori Dunia UNESCO: Ini Maknanya bagi Perjuangan Kesetaraan Gender Masa Kini
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!
-
Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata
-
Pakar: Pakta Pertahanan Indonesia dan AS Bikin China Berpotensi Tercekik, Kenapa?
-
Setahun Aksi Gruduk Rumah Jokowi, Rustam Klaim Dukungan Publik Menguat
-
Terkuak! Ini Tampang 4 Anggota BAIS Penyerang Andrie Yunus: 3 Perwira dan 1 Bintara
-
Kritik Rencana Penambahan Layer Cukai Rokok Ilegal, Pakar Sebut Tak Efektif Tekan Konsumsi
-
Lawan Pelecehan Seksual di Kereta Api, KAI: Fokus Tindak Pelakunya, Bukan Salahkan Korban
-
DPR Tegaskan Kedaulatan Udara RI Mutlak, Militer AS Tak Bisa Asal Melintas
-
Rustam Effendi Tuding Pratikno Jadi Otak di Balik Isu Ijazah Jokowi: Pak Prabowo Harus Tahu!
-
Pasha Ungu Ingatkan Kritik Beda dengan Ujaran Kebencian, Ajak Semua Pihak Jaga Etika Demokrasi