"Dari pihak keluarga saya agak keberatan (dikabarkan meninggal). Jadi tolong diluruskan anak saya masih hidup!," tegasnya.
Tangisnya pecah saat mengenang detik-detik mendengar kabar anak keduanya itu.
Budi sempat mengigau, menyebut nama anak-anaknya, bahkan sempat meminta motornya diisi bensin.
Setelahnya, kesadarannya kembali meredup.
Di rumah mereka di Banta-Bantaeng, dua bocah terus bertanya kapan ayah mereka pulang.
Sang sulung duduk di kelas 4 SD, adiknya baru masuk kelas 1. Keduanya belum sepenuhnya mengerti bahwa ayahnya kini terbaring antara hidup dan mati.
"Mereka hanya tahu ayahnya sedang sakit parah di rumah sakit," ucap Saharuddin.
Budi dikenal sebagai pekerja keras. Meski hanya honorer Satpol PP, ia tak pernah menyerah.
Di sela tugas, ia menjadi pengemudi ojek online Grab. Semua cara halal ditempuh demi menafkahi keluarga kecilnya.
Baca Juga: Dicurigai Bukan Ojol, Ini Respons Driver yang Diundang Gibran : Sini Ngopi
Kisah Budi menyentuh hati banyak orang, termasuk Grab Indonesia.
Director of East Indonesia Operations Grab Indonesia, Halim Wijaya datang melihat langsung keadaan Budi dan keluarganya.
"Musibah ini bukan hanya menimpa keluarga Budi, tetapi juga keluarga besar Grab," ucapnya.
Grab memastikan pendampingan penuh. Santunan, dukungan moral, hingga bantuan hukum bila diperlukan.
Grab juga menyiapkan inovasi baru berupa fitur darurat bagi para mitra di tengah situasi rawan sekarang ini.
"Kami belajar dari musibah ini. Kami tidak ingin ada mitra lain yang merasa sendiri. Grab darurat kami siapkan agar bantuan bisa cepat sampai," ungkap Halim.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid juga datang langsung ke rumah sakit melihat kondisi Budi.
Ia bilang membawa amanah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Ali ditugaskan untuk menyampaikan salam, doa, dan dukungan kepada korban serta keluarganya.
"Saya menerima instruksi Pak Menteri. Sedianya beliau hadir bersama Menhan, namun dibatalkan. Bahkan RI 1 (Presiden Prabowo) sempat dijadwalkan hadir, tetapi batal. Karena itu saya diberi amanah untuk mewakili beliau membesuk korban," tutur Ali Yafid.
Ia menegaskan, kunjungan ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir di sisi rakyatnya yang tertimpa musibah.
"Negara tidak boleh absen dalam musibah seperti ini," ucapnya.
Tragedi berdarah di DPRD Makassar memang menyisakan luka mendalam. Bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat luas.
Namun di tengah kepedihan atas kejadian yang terjadi, semua orang mendoakan semoga Budi dan korban luka lainnya segera pulih.
Semoga mereka bisa kembali tersenyum dan memeluk keluarganya lagi.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
Terkini
-
Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila
-
Korupsi MBG, Dadan Hindayana Cs Diduga Mark-up Motor Listrik Rp1 Triliun dan Ribuan Pasang Sepatu
-
Kebakaran Misterius di Sleman: Teror Manusia atau Anomali Alam?
-
Eks Kepala BGN Ditahan Kejagung, Menkum Supratman: Presiden Sudah Berkali-kali Mengingatkan
-
Kronologi Lengkap Korupsi MBG Jerat Dadan Hindayana Cs Tersangka: Mark Up Motor Hingga TV 75 Inch
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Terkuak! Ini Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana Cs Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung
-
OTT Imigrasi Jakarta Barat, KPK Masih Lacak Keberadaan Silmy Karim
-
15 Jam Geledah Kantor BGN, Kejagung Bawa Satu Kotak Kontainer Diduga Barang Bukti
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan