- BEM SI menggelar aksi damai di depan Gedung DPR pada Kamis, 4 September 2025
- Aksi ini bertujuan menekan pemerintah dan DPR karena 17 dari total tuntutan
- Tuntutan yang dibawa merupakan rangkuman dari berbagai aspirasi masyarakat
Suara.com - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kembali turun ke jalan. Ribuan mahasiswa dijadwalkan akan menggelar aksi damai di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada hari ini, Kamis (4/9/2025), mulai pukul 13.00 WIB. Aksi yang mengusung tajuk “#SelamatkanIndonesia” ini bertujuan untuk menagih janji dan mengawal tuntutan rakyat yang telah disuarakan sebelumnya.
Fokus utama aksi kali ini adalah untuk menyuarakan kembali “17+8 Tuntutan Rakyat”, sebuah rangkuman aspirasi publik yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR dalam pertemuan pada Rabu (3/9/2025). Meskipun sudah ada dialog, mahasiswa merasa perlu untuk tetap memberikan tekanan publik.
“Estimasi massa yang hadir sekitar 500-1.000 orang, akan langsung ke lokasi saja karena ini aksi damai,” kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Muzzamil Ihsan, dikutip Kamis (4/9/2025).
Ihsan menegaskan, aksi ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk mengawal aspirasi rakyat. Terlebih, beberapa dari tuntutan tersebut memiliki tenggat waktu yang sangat mendesak, yakni hingga Jumat (5/9/2025) besok.
“Hasil pertemuan memang DPR berkomitmen untuk membahas dan mempertimbangkan (tuntutan), tapi kita tetap akan melakukan aksi damai,” ujar Ihsan.
Gagasan “17+8 Tuntutan Rakyat” sendiri bukan lahir dari ruang hampa. Tuntutan ini merupakan kompilasi dari berbagai kritik dan suara masyarakat yang viral di media sosial, petisi online, hingga aspirasi dari aksi buruh. Tuntutan ini lahir dari jutaan suara warga yang muncul melalui kolom komentar dan Instagram Story para penggagas, termasuk Abigail Muria, Jerome Polin, Salsa Erwina, dan Cheryl Marella.
Selain itu, 12 Tuntutan Rakyat dari Change.org yang didukung lebih dari 40.000 orang, tuntutan demo buruh pada 28 Agustus 2025, serta pernyataan sikap dari Center for Environmental Law & Climate Justice Universitas Indonesia turut dirangkum di dalamnya.
Berikut adalah rincian tuntutan yang dibawa dalam aksi hari ini:
17 Tuntutan Mendesak (Deadline 5 September 2025)
Baca Juga: Ikrar Dasco di Hadapan Mahasiswa: Reformasi DPR Segera Dilakukan
Untuk Presiden Prabowo:
- Bentuk tim investigasi independen terkait kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, dan korban kekerasan lain dalam aksi 28-30 Agustus.
- Hentikan keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil, kembalikan ke barak.
Untuk DPR:
- Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan, tanpa kriminalisasi.
- Tangkap dan adili aparat yang melakukan kekerasan secara transparan.
- Hentikan kekerasan oleh polisi, taati SOP pengendalian massa.
Untuk Ketua Umum Partai Politik:
- Bekukan kenaikan gaji/tunjangan DPR dan batalkan fasilitas baru.
- Publikasikan transparansi anggaran DPR secara proaktif.
- Selidiki harta anggota DPR yang bermasalah melalui KPK.
Untuk Polri:
- Dorong Badan Kehormatan DPR periksa anggota yang melecehkan aspirasi rakyat.
- Tegaskan sanksi partai untuk kader yang memicu kemarahan publik.
- Komitmen partai untuk berpihak pada rakyat di tengah krisis.
Untuk TNI:
- Libatkan anggota DPR dalam ruang dialog publik dengan mahasiswa dan masyarakat sipil.
- Tegakkan disiplin internal agar TNI tidak ambil alih fungsi Polri.
- Komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi.
Untuk Kementerian Sektor Ekonomi:
Berita Terkait
-
Ikrar Dasco di Hadapan Mahasiswa: Reformasi DPR Segera Dilakukan
-
Dasco: Kamis Besok, DPR Akan Bahas 17+8 Tuntutan Rakyat
-
Tak Lama Berorasi, Massa GMNI Bubarkan Diri Jelang Sore dari Depan Gedung DPR
-
Dasco Minta Maaf Atas Kekeliruan DPR di Depan Mahasiswa: Hentikan Tunjangan, Moratorium Kunjungan LN
-
GMNI Geruduk DPR: Indonesia Emas Omong Kosong Jika Guru Lapar dan Sekolah Roboh
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Kemensos Perkuat Sejumlah Program Mitigasi dan Penanganan Bencana pada Tahun Anggaran 2026
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada
-
Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban