- Keluarga memastikan, sosok Ana atau Ibu Jilbab Pink yang viral saat demo DPR beberapa waktu lalu adalah manusia, bukan AI.
- Akun Instagram @daqnas yang mengaku keluarga, meminta maaf atas sikap dan perkataan Budenya.
- Menurut @daqnas, budenya memang butuh perhatian khusus.
Suara.com - Video seorang ibu bernama Ana alias Ibu Jilbab Pink dalam aksi demo di depan gedung DPR RI beberapa hari lalu tengah menjadi perdebatan di media sosial.
Sebagian orang menilai aksi Ibu Jilbab Pink dalam aksi demo di depan gedung DPR RI itu hanya provokator, karena menghina Presiden RI Prabowo Subianto dan meminta turun agar digantikan dengan Anies Baswedan.
Namun, sebagian lainnya menilai video Ana menghina Prabowo Subianto dan membela Anies Baswedan dalam aksi demo menuntut tunjangan DPR RI dihapuskan hanyalah hasil editing AI.
Bahkan sampai muncul template Instagram yang menjelaskan video Ana itu merupakan buatan AI dan sudah dibagikan oleh puluhan ribu orang.
Sampai akhirnya, pihak keluarga buka suara mengenai aksi ibu jilbab pink tersebut yang selalu menggunakan kata kasar hingga menghina Prabowo Subianto ketika aksi demo di depan gedung DPR RI.
Akun Instagram @daqnas yang mengaku keluarga dari Ana pun meminta maaf atas sikap dan perkataan Budenya dalam aksi demo yang akhirnya viral di media sosial.
Bahkan, Daqnas yang mengaku keponakan Ana justru seorang polisi dan ia pun mengunggah video Budenya tersebut ketika menghina teman-teman sejawatnya saat demo.
"Buat semua maafin bude gue ya. Nanti ada kesempatan, gue paranin ke rumahnya. Jadi buat teman-teman satu profesi, lain waktu lihat beliau begini pas demo jangan dimasukin hati der," kata akun Instagram tersebut, Jumat 6 September 2025.
Bahkan, Daqnas juga meminta agar orang-orang yang memberi panggung untuk Ana ketika aksi demo.
Baca Juga: Beda dengan Kris Dayanti, Eko Patrio Pernah Sebut Gaji Jadi DPR Kecil dan Kadang Minus: Kok Betah?
"Dan buat kawan-kawan yang ikut demo, kalau bude gue nampak jangan dikasih panggung ye. Biasanya kalau doi teriak begini, sampai rumah minta jahe sereh karena tenggorokannya lecet (serek)," ujarnya.
Selain itu, Daqnas juga menyarankan semua orang agar tak mudah terprovokasi oleh kata-kata yang dilontarkan oleh Budenya ketika demo.
Alih-alih memberi panggung dan terprovokasi, Daqnas meminta orang-orang mengingatkan Budenya untuk pulang bila lain waktu tak sengaja bertemu dalam aksi demo.
"Untuk teman-teman yang demo di mana pun nanti, kalau ketemu bude saya tolong jangan ikut terprovokasi ya. Kalau memang ketemu, suruh pulang. Sampaiin aja der dicariin sama ponakannya si Anas gitu," ujar Daqnas.
Daqnas juga mengungkapkan bahwa Ana adalah orang yang memang membutuhkan perhatian khusus.
"Intinya Bude saya ini memang butuh perhatian khusus," ujarnya.
Berita Terkait
-
DPR Setop Kunjungan Kerja ke Luar Negeri, Dasco Janji Buka-bukaan
-
Tunjangan Rumah DPR Dicabut! Uang Listrik, Transportasi, Telepon Dipangkas
-
Beda dengan Jepang, Koran China Tampilkan Foto Presiden Prabowo Subianto
-
Deadline Tuntutan 17+8, Massa Aksi Piknik di depan DPR
-
Demo 5 September 2025: BEM Unpad Gelar Aksi Kenakan 'Brave Pink', Tagih 17+8 Tuntutan di DPR
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora