- Rudi Darmoko diprediksi baru punya peluang naik pangkat setelah pergantian Kapolri
- Banyak posisi tinggi di kepolisian akan kosong karena gelombang pensiun
- Publik mendesak Presiden Prabowo lakukan reformasi besar terhadap institusi Polri
Suara.com - Selamat Ginting, pengamat politik dan militer Universitas Nasional (UNAS) menyoroti salah satu nama yaitu Rudi Darmoko, yang disebut-sebut belum juga naik pangkat dari Inspektur Jenderal (Irjen), meskipun memiliki latar belakang menarik sebagai anak dari pelatih Prabowo Subianto di Kopassus.
Pengamat memprediksi, kesempatan Rudi Darmoko untuk menempati posisi lebih tinggi kemungkinan baru terbuka setelah pergantian Kapolri dalam kurun waktu sekitar satu tahun ke depan.
"Kemungkinan Dedi Pradetyo akan menjadi Kapolri, namun dalam rentang waktu kurang lebih satu tahun karena dia kelahiran Juli 1968, maka pensiunnya per 1 Agustus 2026 mendatang," ujar seorang pengamat dalam akun YouTube Refly Harun, Rabu (17/9/2025).
"Baru disitulah kemungkinan seperti Rudi Darmoko punya kesempatan. Jadi setelah ada pergantian Kapolri, otomatis akan terjadi mutasi elit kepolisian lagi untuk posisi bintang tiga," tambahnya.
Mayoritas lulusan Akpol 1989 akan pensiun tahun ini, diikuti oleh lulusan Akpol 1990.
Diperkirakan sekitar 13 posisi Komisaris Jenderal (Komjen) akan segera kosong pada tahun 2025-2026.
Dari sekitar 26 Komisaris Jenderal Polisi aktif, mayoritas justru berada di luar struktur internal kepolisian.
"Betul, jadi kan banyak sekali, kalau kita sebutkan betapa polisi ada di mana-mana," kata pengamat.
Fenomena ini, menurut pengamat, membuat sebagian masyarakat menyebut kondisi ini sebagai "negara kepolisian Republik Indonesia".
Baca Juga: Hitung Mundur Dimulai? Analis Sebut Kapolri Diganti Usai Hari TNI, Ini Sinyalnya
Oleh karena itu, muncul desakan kuat agar pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, segera melakukan reformasi besar-besaran terhadap kepolisian.
"Karena itu betul kita harus konsentrasi melakukan reformasi besar-besaran terhadap kepolisian. Itu juga yang diminta oleh publik terhadap Presiden Prabowo Subianto," tegas pengamat tersebut.
Desakan reformasi ini mencerminkan harapan publik akan institusi kepolisian yang lebih profesional, dan fokus pada tugas-tugas pokoknya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena
Berita Terkait
-
Jadi Menko Polkam, Intip Kekayaan Djamari Chaniago: Punya Kapal Laut Hingga Harley Davidson
-
Prabowo Lantik Angga Raka Jadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Mensesneg Jelaskan Nasib PCO
-
Resmi! Detik-detik Prabowo Lantik Djamari Jadi Menkopolkam hingga Erick Thohir Digeser ke Menpora
-
Rekam Jejak Angga Raka, Orang Dekat Prabowo yang Kini Gantikan Posisi Hasan Nasbi
-
BREAKING NEWS: Prabowo Lantik Djamari Chaniago Menko Polkam, Erick Thohir Jabat Menpora!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri
-
Saksi Ungkap Alur Setoran Uang Pemerasan K3 Sampai ke Direktur Jenderal Kemenaker
-
PGRI Miris Penyebutan Honorer Hanya untuk Guru: TNI, Polri, Jaksa, DPR Tak Ada Honorer
-
Mendagri Tegaskan Pemda dan Forkopimda Siap Dukung Implementasi Program Prioritas Presiden