- Total 911 pelajar di Cipongkor, Bandung Barat, menjadi korban dugaan keracunan massal yang terjadi dalam dua gelombang
- Gejala yang dialami para korban sangat serius dan seragam, meliputi mual, pusing, lemas, sesak napas, bahkan beberapa di antaranya mengalami kejang-kejang
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat merespons cepat dengan mengerahkan tenaga medis skala besar dan menyiagakan sejumlah rumah sakit rujukan di Bandung Raya
Suara.com - Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, dilanda kepanikan luar biasa setelah ratusan pelajar bertumbangan satu per satu dengan gejala mengerikan. Total korban yang diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah mencapai 911 orang.
Insiden yang terjadi dalam dua gelombang ini memicu respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis darurat untuk mencegah dampak terburuk.
“Kami harus antisipasi risiko paling buruk yang tidak bisa ditangani di lokasi dan harus dirawat,” kata Herman di Bandung Barat, Rabu (24/9/2025).
Gejala yang dialami para siswa seragam dan muncul secara masif, menandakan adanya kontaminasi serius pada makanan yang mereka konsumsi. Keluhan yang paling umum adalah mual hebat yang disertai pusing dan kondisi tubuh yang sangat lemas. Namun, yang paling mengkhawatirkan, beberapa korban mengalami gejala yang lebih parah.
“Keluhannya pada umumnya mual, kemudian sesak, pusing, lemas. Ada juga satu hingga dua yang kejang,” ujar Herman sebagaimana dilansir Antara.
Kejadian terbaru pada Rabu sore mencatat ada 500 pelajar yang tumbang, dengan rincian 400 siswa di Cipongkor dan 100 lainnya di Desa Citalem. Jumlah ini menambah daftar korban dari insiden serupa yang terjadi pada Senin (22/9) yang menimpa 411 pelajar.
“Teridentifikasi ada 500 yang mengeluh dan langsung kami tangani. Kami sudah cek dua-duanya, kondisinya seperti itu,” tegasnya.
Melihat skala kejadian yang masif dan gejala yang serius, Pemprov Jabar tidak mau mengambil risiko. Tenaga medis dan puluhan ambulans dari berbagai daerah segera dikerahkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban yang membutuhkan perawatan intensif.
Sejumlah rumah sakit rujukan di kawasan Bandung Raya juga telah disiagakan penuh untuk menampung lonjakan pasien. Kesiapan ini untuk memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik tanpa terkendala fasilitas.
Baca Juga: Kepala BGN Buka Suara! Ungkap Biang Kerok Ratusan Siswa Cipongkor Keracunan MBG, Ini Penyebabnya
“Paling tidak ada Rumah Sakit Cibabat, Rumah Sakit Dustira, Rumah Sakit Otista, Rumah Sakit Sartikasih, Cahaya Kawaluyan, Parahyangan, termasuk RS Al-Islam. Jadi untuk rumah sakit tidak kekurangan, tempat tidurnya juga kami siapkan maksimal,” kata Herman.
Berita Terkait
-
Baru Terserap 22 Persen, FSGI Desak Anggaran MBG Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
-
Kepala BGN Buka Suara! Ungkap Biang Kerok Ratusan Siswa Cipongkor Keracunan MBG, Ini Penyebabnya
-
Lagi! Keracunan MBG di Cipongkor, Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka, 631 Siswa Terkapar Massal
-
Gaji Karyawan Dapur MBG, Diproyeksi Bisa Capai Rp 7 Juta per Bulan?
-
KSP Qodari Ungkap 99% Dapur MBG Tanpa SLHS, Cuma 34 dari 8.583 yang Punya Izin Laik Higiene
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah