Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi menyoroti adanya menu hiu. Dia menyebut pemilihan menu itu sebagai keteledoran. SPPG dinilai tidak teliti dalam memilih menu yang dibeli dari tempat pelelangan ikan lokal.
Menu hiu juga tak lazim disantap dalam MBG. Seharusnya SPPG mampu mengkurasi menu yang digemari pelajar. Selama ini, ikan hiu bukan menu yang umum disantap.
Di samping itu, ditemukan fakta bahwa SPPG yang beroperasi di Ketapang banyak yang belum mengumpulkan dokumen wajib.
Kepala Satgas MBG Ketapang Rajiansyah menyebut berdasarkan hasil monitoring sejumlah SPPG tidak mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) seperti dipersyaratkan saat pendaftaran.
Bukan hanya itu, SPPG juga tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta sertifikat halal.
Padahal ketiga syarat tersebut seharusnya dipenuhi sebelum SPPG beroperasi karena menyangkut keamanan pangan. Dengan tidak terpenuhinya sertifikat higiene dan sanitasi maka kebersihan, termasuk pembuangan limbah olahan pangan dan tidak terstandardisasi.
Keadaan ini menimbulkan risiko terhadap kesehatan pelajar karena menyantap makanan yang tidak higienis.
Kendati demikian, pengelola MBG beralasan kelengkapan berkas NIB, sertifikat halal, dan SLHS belum menjadi prioritas di awal pelaksanaan MBG.
Para pengelola beralasan percepatan program membuat SPPG mengesampingkan sistem administrasi demikian diterangkan Agus Kurniawi.
Baca Juga: Makanan Bergizi Gratis Berujung Petaka: Puluhan Pelajar di Bandung Barat Dilarikan ke RS
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Terkini
-
Jaksa Ungkap Kemahalan Harga dalam Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek
-
Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi
-
TP PKK Pusat Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen
-
Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu
-
PAN Ingin Zulhas Jadi Cawapres Prabowo di 2029, Reaksi Nasdem Begini
-
Kapolresta-Eks Kasat Lantas Sleman Segera Disidang Disiplin Terkait Kasus Hogi Minaya
-
KPK Panggil Lima Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Diskon Pajak Periode 2021-2026
-
Ditelanjangi dan Diarak 1 KM, Ini 7 Fakta Pria di Blora yang Dituduh Berzina Laporkan Balik Warga
-
ASN Siap-siap! Pemerintah Resmi Berlakukan Sistem WFA Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026
-
Kronologi Pria di Cengkareng Dianiaya Usai Tegur Tetangga Masalah Kebisingan Drum