- Terungkap cerita Sahroni yang akhirnya selamat dari amukan massa saat rumahnya dijarah pada akhir Agustus lalu
- Di tengah kepungan massa, Sahroni memilih sembunyi di toilet hingga tujuh jam
- Tak hanya itu, Sahroni juga pura-pura menyamar jadi ART usai sempat tepergok salah satu penjarah yang naik ke rooftop rumahnya.
Suara.com - Terungkap cerita Ahmad Sahroni yang dikabarkan selamat saat rumahnya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara dijarah massa pada akhir Agustus 2025 lalu. Aksi penjarahan itu terjadi setelah anggota DPR RI menyebut 'rakyat tolol' hingga memicu gelombang demonstrasi besar di Jakarta.
Ternyata saat rumahnya digeruduk massa, Sahroni dikabarkan ngumpet di toilet rumahnya selama tujuh jam. Tak hanya itu, politisi Partai NasDem itu menyamar sebagai penjaga rumah dengan cara melumuri wajahnya dengan tanah agar tidak dikenali oleh orang lain.
Fakta itu diungkapkan oleh Tabroni, staf pribadi Sahroni dalam wawancaranya dengan Tempo. Dia mengaku saat telah dikepung massa, sang majikan lalu bersembunyi di toilet kecil di lantas paling atas rumahnya.
"Waktu itu dia (Sahroni) sembunyi di kamar mandi," ujarnya dikutip pada Jumat (26/9/2025).
Dalam situasi genting tersebut, sebuah ide brilian sekaligus nekat terlintas di benak Sahroni.
Untuk menyamarkan identitasnya sebagai pemilik rumah dan seorang tokoh publik, ia sengaja melumuri wajahnya menggunakan tanah dan debu yang ada di sekitarnya.
Upaya ini dilakukannya agar para penjarah mengiranya sebagai staf atau penjaga rumah biasa.
Strategi penyamarannya nyaris terbongkar ketika seorang pria tak dikenal tiba-tiba membuka pintu toilet dan mendapati Sahroni di dalamnya.
Momen krusial itu diceritakan kembali oleh Tabroni berdasarkan pengakuan langsung dari atasannya.
Baca Juga: Dicap Proyek Politik, Prof Sulfikar Amir Blak-blakan Kuliti MBG: Brutal!
"Bapak (Sahroni) cerita, ada yang tiba-tiba masuk, sempat senterin dia dan tanya, 'kamu siapa?' Bapak jawab, 'saya penjaga rumah'," lanjut Tabroni.
Beruntung, penyamaran Sahroni berhasil mengelabui orang tersebut. Penjarah itu tidak menyadari bahwa orang dengan wajah kotor yang ditemuinya adalah pemilik rumah yang menjadi target utama.
Ia hanya memerintahkan Sahroni untuk tetap diam di tempat karena situasi di luar belum kondusif, sebelum akhirnya pergi dan melanjutkan aksinya.
Ironisnya, di tengah situasi yang membutuhkan komunikasi cepat, Sahroni justru terisolasi total. Ia tidak memegang ponsel karena tas yang berisi gawai penting itu tertinggal di dalam rumah dan ikut raib dijarah massa.
Akibatnya, keluarga dan staf lain di luar tidak bisa menghubunginya sama sekali hingga larut malam, menimbulkan kekhawatiran yang mendalam.
Titik terang baru muncul sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah situasi dirasa cukup aman, Sahroni berhasil keluar dari persembunyiannya dengan cara memanjat atap untuk kemudian masuk ke rumah tetangga.
Berita Terkait
-
Viral Sule Pasrah Ditilang di Jalan, Sudinhub Jaksel: Tak Bawa Buku STUK, Masa Uji KIR Habis!
-
Dicap Proyek Politik, Prof Sulfikar Amir Blak-blakan Kuliti MBG: Brutal!
-
Bela Aksi Walk Out Rocky Gerung, Mahfud MD Kritik Talkshow TV: Forum Brutal, Pertontonkan Kekerasan!
-
Diduga Biang Kerok Keracunan Massal Siswa di Kalbar, Daging Hiu jadi Menu MBG Langgar UU?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar