- Orang tua Nadiem Makarim, Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri, menyatakan kekecewaan mendalam dan patah hati atas ditolaknya gugatan praperadilan putra mereka
- Ayah Nadiem, Nono Anwar Makarim, menegaskan akan terus berjuang dalam proses hukum yang diyakini masih akan sangat panjang untuk membela putranya
- Putusan hakim PN Jaksel mengesahkan status tersangka Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook
Suara.com - Raut kekecewaan mendalam tak bisa disembunyikan dari wajah orang tua mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Ayah dan ibunda Nadiem, Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri, harus menerima kenyataan pahit setelah hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak gugatan praperadilan yang diajukan putra mereka.
Nono Anwar Makarim, ayah Nadiem, dengan tegar menyatakan bahwa perjuangan hukum ini masih jauh dari kata usai. Meskipun kecewa, ia memastikan keluarga akan terus mendampingi dan membela Nadiem dalam menghadapi proses hukum yang diyakininya akan berjalan panjang.
"Hasil praperadilan mengecewakan. sekarang yg penting selanjutnya apa? Kita berjuang terus. Proses ini mesti dilalui panjang sekali," kata Nono kepada wartawan usai sidang di PN Jaksel, Senin (13/10/2025).
Di tengah situasi sulit tersebut, Nono tetap memanjatkan doa agar putranya diberi kekuatan. Ia melihat Nadiem sebagai sosok yang tegar dalam menghadapi cobaan ini.
"Untung sekali bahwa Nadiem berdiri kuat sekali sampai hari ini, dia bisa bertahan lama kuat sekali," ucap Nono.
Sementara itu, ibunda Nadiem, Atika Algadri, tak kuasa menutupi kesedihan dan rasa patah hatinya. Ia meyakini sepenuhnya bahwa putranya adalah pribadi yang bersih dan selalu memegang teguh prinsip moral serta kejujuran selama mengabdi sebagai menteri maupun saat merintis Gojek yang membuka banyak lapangan kerja.
"Hasil peradilan ini, keputusan ini tentu saja sangat menyedihkan mematahkan hati kami sebagai orang tua Nadiem," tutur Atika dengan suara bergetar.
"Kami tahu bahwa anak kami bersih menjalankan seluruh pekerjaannya, kariernya itu dengan prinsip-prinsip itu. Prinsip-prinsip moral dan kejujuran dan kebaikan yg teguh untuk nusa dan bangsa," lanjutnya.
Atika mengaku heran dengan perkara yang menjerat putranya, namun menegaskan bahwa keluarga tidak akan menyerah.
Baca Juga: Tidak Menyerah, Tim Hukum Siapkan Bukti Baru: Ada Hak Konstitusional Nadiem yang Belum Terpenuhi
"Ya udah sekarang kita hadapi perjuangan ke depan yang pasti masih panjang. Tapi saya tahu, anak saya anak yang jujur dan dia akan berjuang mengungkapkan kejujurannya," terang dia.
Lebih jauh, Atika berharap penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan dengan adil dan menjunjung tinggi kebenaran, bukan hanya untuk Nadiem, tetapi untuk semua warga negara.
"Nadiem hanya salah satu contohnya, sebab terlalu banyak orang-orang lain yang diperlakukan seperti ini kan. Ada Pak Hasto, Tom Lembong, banyak sekali. Minta dibantu doanya aja," pungkas Atika.
Putusan hakim tunggal I Ketut Darpawan pada Senin (13/10/2025) secara resmi menolak permohonan praperadilan Nadiem.
Dengan demikian, status tersangkanya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dinyatakan sah secara hukum, dan proses penyidikan akan terus berlanjut.
Berita Terkait
-
Tidak Menyerah, Tim Hukum Siapkan Bukti Baru: Ada Hak Konstitusional Nadiem yang Belum Terpenuhi
-
Nadiem Makarim Kalah Telak, Praperadilan Ditolak, Kejagung Lanjutkan Sikat Korupsi Chromebook
-
Praperadilan Ditolak, Kejagung Tegaskan Penahanan Nadiem Makarim Sah Secara Hukum
-
Putusan Hakim Tolak Praperadilan, Istri Nadiem Terlihat Menahan Air Mata
-
Sosok I Ketut Darpawan, Hakim Anti Gratifikasi yang Patahkan Perlawanan Nadiem Makarim
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas
-
Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka
-
Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
-
Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap
-
Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta