-
Pemerintah dituding sengaja lemahkan lembaga pangan demi liberalisasi.
-
SPI peringatkan bahaya impor pangan, seperti GMO kedelai untuk pakan ternak.
-
Program food estate dinilai hanya menguntungkan korporasi, bukan petani kecil.
“Kacang kedelai yang diimpor ke Indonesia itu produksi rekayasa genetika. Di Eropa, makanan seperti ini tidak untuk manusia, tapi untuk hewan,” kata Henry.
"Tingginya penyakit sekarang ini seperti diabetes dan gangguan lambung, itu berkaitan dengan makanan kita yang tidak aman,” tegasnya.
SPI secara tegas menolak program food estate yang digagas pemerintah, karena dianggap hanya mengulang model perkebunan era kolonial yang menguntungkan korporasi besar.
“Food estate itu kan kalau zaman Belanda dulu namanya plantation estate. Yang mengelola perusahaan besar, sementara petani tetap miskin,” katanya.
Sebagai solusi, SPI mendorong reforma agraria sejati, di mana tanah diberikan langsung kepada petani.
Menurut Henry, kesejahteraan petani tidak akan tercapai jika mereka hanya menggarap lahan sempit.
“Kalau pun harga gabah naik Rp6.500, tapi tanahnya cuma 0,5 hektare, ya tetap saja miskin,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, SPI akan meresmikan 'Kawasan Daulat Pangan' di Jawa Tengah dan Jawa Barat pada akhir Oktober, yang mendorong praktik pertanian agroekologi berbasis pupuk organik.
Reporter : Maylaffayza Adinda Hollaoena
Baca Juga: Bawa 5 Tuntutan saat Aksi Besok, SPI: Tanpa Reforma Agraria, Penghapusan Kemiskinan Hanyalah Mimpi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping