- Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Kamrussamad, menilai kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil memenuhi empat tujuan negara dalam UUD 1945.
- Ia menyoroti capaian di bidang pertahanan, kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan diplomasi sebagai bukti konkret kemajuan.
- Menurutnya, hasil di tahun pertama menjadi modal kuat untuk melanjutkan agenda prioritas nasional pada 2026.
Suara.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad, memberikan penilaian positif terhadap kinerja satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang jatuh pada 20 Oktober 2025. Dalam pandangannya, kinerja Presiden Prabowo telah memenuhi amanat konstitusi, terutama terkait tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Kamrussamad menyoroti empat tujuan negara sebagai tolok ukur utama.
Terkait tujuan pertama, yaitu "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," Kamrussamad memberikan nilai "excellent" kepada Presiden Prabowo. Ia menyebut sektor pertahanan dan keamanan sebagai prioritas dengan alokasi anggaran yang signifikan.
"Terkait dengan tujuan yang pertama, yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Presiden Prabowo layak mendapatkan nilai yang excellent," kata Kamrussamad kepada wartawan, dikutip Senin (20/10/2025).
Anggaran Kementerian Pertahanan dialokasikan sebesar Rp247,5 triliun (Outlook 2025) untuk modernisasi Alutsista, termasuk pembelian jet tempur Dassault Rafale, kapal fregat Fremm Class, kapal selam Scorpene, dan Rudal Khan. Sementara itu, anggaran Polri sebesar Rp138,5 triliun (Outlook 2025) difokuskan pada modernisasi Almatsus serta peningkatan sarana dan prasarana.
Selain itu, pemerintahan Prabowo juga dinilai berhasil menyelenggarakan Pilkada serentak 2024 di 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota, serta aktif menyelamatkan WNI korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di luar negeri, khususnya di Asia Tenggara.
Untuk tujuan kedua, "memajukan kesejahteraan umum," Kamrussamad mengklaim banyak kemajuan. Pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 5%, dengan puncaknya 5,12% pada triwulan II-2025 yang didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi, serta sektor pertanian, transportasi, dan jasa. Angka kemiskinan disebut turun 1,37 juta orang, dari 25,22 juta (9,03%) pada Maret 2024 menjadi 23,85 juta pada Maret 2025.
"Angka kemiskinan turun 1,37 juta orang dari 25,22 juta orang (9,03%) pada Maret 2024 menjadi 23,85 juta orang pada Maret 2025," katanya.
Faktor-faktor penurunan kemiskinan meliputi perbaikan sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi yang kuat, penciptaan 3,59 juta lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, dan penebalan program perlindungan sosial seperti PKH, BPNT, Bantuan Iuran PBI JKN, dan BSU.
Baca Juga: Selain Ucapkan Ultah, Ini Tujuan Bahlil Sambangi Kediaman Prabowo di Kertanegara
Anggaran kesehatan dan ketahanan pangan juga menunjukkan peningkatan, begitu pula realisasi pembangunan infrastruktur. Presiden Prabowo juga memprioritaskan penguatan ekonomi perdesaan dengan rencana pendirian 80 ribu koperasi desa/kelurahan.
Pada tujuan ketiga, "mencerdaskan kehidupan bangsa," Kamrussamad menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 31,2 juta penerima manfaat hingga Oktober 2025.
Terobosan lain adalah pendirian 165 unit Sekolah Rakyat dan 16 unit Sekolah Unggul Garuda, serta peningkatan tunjangan dan kesejahteraan guru. Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN, dengan realisasi belanja hingga September 2025 mencapai Rp411,7 triliun, mencakup ekosistem siswa/mahasiswa, guru/dosen, dan sekolah/kampus.
Terakhir, untuk tujuan "ikut melaksanakan ketertiban dunia," Presiden Prabowo dinilai berhasil mengembalikan kejayaan diplomasi Indonesia. Kontribusinya dalam mewujudkan perdamaian di Gaza Palestina diwujudkan melalui pidato di Sidang Majelis Umum PBB, KTT Perdamaian di Sharm El-Sheikh, dan pengiriman bantuan kemanusiaan.
"Presiden Prabowo berkontribusi besar dalam mewujudkan perdamaian di Gaza Palestina, yang diwujudkan melalui pidato yang lugas dan tegas di hadapan Sidang Majelis Umum PBB dan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian di Sharm El-Sheikh, Mesir, serta mengirim bantuan kemanusiaan untuk penduduk Gaza," ujarnya.
Selain itu, Indonesia secara resmi bergabung sebagai anggota penuh BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), yang menurut Kamrussamad akan membuka peluang pasar besar, memperluas hubungan dagang, dan memberikan akses pendanaan melalui New Development Bank (NDB).
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Sidang Praperadilan Yaqut, Pakar Hukum Kesulitan Maknai Kedudukan Pimpinan KPK dalam UU KPK Baru
-
Kemenpar Sebut Pariwisata Bali Tetap Stabil di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Ahli di Praperadilan Yaqut Sebut Penetapan Tersangka Kewenangan Penyidik, Bukan Pimpinan KPK
-
Soal Kerugian Negara Kasus Pertamina, Febri Diansyah Ingatkan Putusan Pengadilan Tipikor
-
Tembakan Polisi Tewaskan Remaja di Makassar, Polri Klaim Penggunaan Senpi Terus Dievaluasi
-
Larang Ada Interupsi dalam Sidang Praperadilan Yaqut, Hakim ke KPK: Ini Bukan Acara Talkshow TV
-
Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"
-
Bareskrim Rampas dan Setor Uang Rp58,1 Miliar Hasil Kejahatan Judi Online ke Negara
-
Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
-
DPRD DKI: Sengkarut Tata Ruang Jakarta Harus Dibenahi!