- Mahfud menyoroti munculnya PMK Nomor 89, yang mengatur mekanisme penjaminan pemerintah terhadap utang-utang Kereta Api Indonesia.
- Kejanggalan kedua yang menjadi sorotan adalah pengalihan mitra kerja sama.
- Mahfud memaparkan bahwa proyek ini awalnya akan dikerjakan bersama Jepang. Namun, kemudian dialihkan ke China.
Suara.com - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap sejumlah kejanggalan besar dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).
Mahfud mengatakan hal itu menjadi pemicu kecurigaan publik dan penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam diskusi di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Mahfud menjelaskan bahwa pada awalnya pemerintah mengumumkan bahwa proyek kerja sama dengan China ini adalah business-to-business (B2B), tidak akan menggunakan uang negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Pemerintah mengatakan ini business-to-business, benar (Menkeu) Pak Purbaya mengatakan ‘gak bayar saya, biar diurus Danantara’,” ujar Mahfud, dikutip pada Jumat (31/10/2025).
Namun, Mahfud menyoroti munculnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 89, yang mengatur mekanisme penjaminan pemerintah terhadap utang-utang Kereta Api Indonesia, termasuk proyek Whoosh.
“Melalui peraturan Menteri Keuangan nomor 89 mengatur tentang mekanisme pemberian jaminan hutang-hutang kereta api Indonesia dengan pihak lain. Berarti ini sudah mau masuk ke negara bukan business-to-business lagi,” tegas Mahfud.
Kejanggalan kedua yang menjadi sorotan adalah pengalihan mitra kerja sama.
Mahfud memaparkan bahwa proyek ini awalnya akan dikerjakan bersama Jepang. Namun, kemudian dialihkan ke China dengan bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tawaran awal Jepang.
“Dengan Jepang government-to-government dengan angka pada waktu itu 6,2 miliar dolar. Tiba-tiba ada usul perubahan dari pemerintah Indonesia, turun angkanya menjadi 5,5 tetapi bunganya naik 2000%, itu satu keanehan sendiri,” kata Mahfud.
Baca Juga: Mahfud MD Buka Kartu: KPK Bisa Panggil Mantan Presiden Terkait Kereta Cepat Whoosh!
Terlebih lagi dengan tidak adanya transparansi terkait proyek Whoosh, seperti pada dokumen yang dikatakan Mahfud tidak dapat diakses.
“Nah, itu persoalannya dokumennya itu kan tidak pernah di bisa diakses. Sebenarnya seperti apa sih dokumen itu? Kemudian penghitungannya seperti apa sih?,” lanjut Mahfud.
Berbagai hal inilah yang menurut Mahfud memicu munculnya reaksi dan kecurigaan publik serta menjadi alasan bagi KPK untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap proyek Whoosh.
“Kenapa ini harganya kok mahal? Apakah ini layak? Siapa dulu yang ngitung? Siapa dulu yang nego dan sebagainya. Bisa di dicari dari sini,” ucapnya, memaparkan proses pencarian dalam penyelidikan.
Reporter : Nur Saylil Inayah
Tag
Berita Terkait
-
Proyek Whoosh Disorot KPK, Mahfud MD: Jokowi dan Para Menterinya Bisa Dimintai Keterangan
-
Diterpa Isu Korupsi, Jokowi Sebut Whoosh Bukan Proyek Cari Untung tapi Solusi Kemacetan
-
Luhut Jawab Utang Whoosh Rp116 Triliun: 12 Juta Penumpang Bukti Keberanian
-
Utang Kereta Cepat Whoosh Rp120 T Bisa Lunas? Prabowo Tugasi 3 'Menteri Kunci' Cari Jalan Keluar
-
Mahfud MD Buka Kartu: KPK Bisa Panggil Mantan Presiden Terkait Kereta Cepat Whoosh!
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia
-
Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan
-
Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi
-
Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi
-
BNI Hadirkan Agen46 di Jalur Mudik, Permudah Transaksi Pemudik
-
Sentil Pejabat Daerah, Prabowo: Saya Presiden Pakai Mobil Rp1 Miliar, Gubernur Beli Rp8 Miliar
-
Tak Penuhi Standar, Presiden Prabowo Tangguhkan 1.030 Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Lepas 1.431 Pekerja Panasonic dalam Program Mudik, Menaker Minta Perusahaan Manusiakan Pekerjanya
-
Libur Panjang, Posko THR Kemnaker Tetap Siaga Tangani Aduan Pekerja
-
Jemaah Muhammadiyah Padati Menteng Raya Tunaikan Salat Idulfitri 1447 H