- Langkah ini dilakukan bersama pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan potensi bencana alam.
- Seluruh peralatan ini siap digunakan pada saat terjadinya bencana atau dalam kegiatan penyelamatan korban.
- Asep juga mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Suara.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, memastikan pihaknya telah memetakan sejumlah daerah rawan bencana di Jakarta dan sekitarnya.
Langkah ini dilakukan bersama pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan potensi bencana alam.
Hal itu disampaikan Asep seusai memimpin apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/11/2025).
"Khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya kami telah mengkompulir data titik-titik rawan bencana, terutama masalah banjir atau genangan air yang ada di sekitar Jakarta," ujar Asep.
Asep menjelaskan, berbagai sarana dan prasarana pendukung penanganan bencana juga telah disiapkan melalui kerja sama lintas lembaga, mulai dari TNI, Pemprov DKI Jakarta, BNPB hingga Basarnas.
"Mulai adanya 175 unit perahu karet berbagai jenis, 50 unit mesin boat engine, 480 pelampung atau rompi SAR, 150 helm SAR atau pelindung kepala, dan juga ada sekitar 20 unit senso bila terjadi pohon tumbang bisa segera kita tangani. Selain itu ada 230 peralatan lainnya," ungkapnya.
"Seluruh peralatan ini siap digunakan pada saat terjadinya bencana atau dalam kegiatan penyelamatan korban," sambungnya.
Lebih lanjut, Asep juga mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Terutama dalam menghadapi potensi bencana.
"Apabila masyarakat melihat adanya tanda-tanda atau potensi bencana di wilayahnya, segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat atau posko-posko yang sudah disediakan agar bisa segera kita tindak lanjuti dengan cepat," pungkasnya.
Baca Juga: Jakarta Siaga! Modifikasi Cuaca Rp200 Juta per Hari Dikerahkan Hadapi Hujan Ekstrem
Berita Terkait
-
6 Motor Matic yang Tahan Banjir dan Bandel di Jalan, Gak Perlu Was-Was saat Hujan
-
Detik-detik Mengerikan Banjir Bandang Seret Mahasiswa KKN UIN Walisongo di Kendal, 3 Tewas 3 Hilang
-
Jakarta Siaga! Modifikasi Cuaca Rp200 Juta per Hari Dikerahkan Hadapi Hujan Ekstrem
-
Hadapi Musim Hujan, Pramono Pastikan Banjir Jakarta Bisa Surut Kurang dari 24 Jam
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?