-
Kemenperin mengungkap sepatu kets Indonesia terkontaminasi radioaktif Cesium-137, terdeteksi oleh Bea Cukai Belanda.
-
Temuan pada sepatu asal Banten ini terjadi jauh sebelum kasus radiasi udang mencuat.
-
Investigasi menunjukkan tingkat cemaran radioaktif spesifik sebesar 1,6 Bq/gr pada sampel sepatu tersebut.
Suara.com - Jauh sebelum publik digemparkan oleh temuan radiasi pada produk udang dan cengkeh Indonesia, sebuah preseden berbahaya ternyata telah terjadi pada produk fesyen andalan ekspor, yakni sepatu kets.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya membuka fakta bahwa produk alas kaki buatan dalam negeri pernah terdeteksi terkontaminasi zat radioaktif berbahaya, Cesium-137, oleh otoritas Bea Cukai Belanda.
Fakta tersebut terungkap dalam sebuah pengakuan blak-blakan dari Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Senin (10/11/2025).
"Jauh sebelum udang, kita sebenarnya juga sudah menerima laporan dari Bea Cukai Belanda terhadap hasil temuan beberapa kotak Precise sepatu kets," kata Setia.
Setia memaparkan bahwa tingkat paparan radiasi pada sepatu kets tersebut mencapai level maksimal 110 NanoSv per jam.
Hasil penelusuran lebih lanjut mengarahkan sumber kontaminasi ke salah satu pusat industri di Provinsi Banten, area yang belakangan memang menjadi sorotan akibat isu serupa.
Data investigasi yang dipaparkan menunjukkan tingkat kontaminasi yang terukur secara spesifik dan tidak bisa dianggap remeh.
"Investigasi lebih lanjut terhadap sepatu kets ini menunjukkan adanya satu kotak sepatu yang memang berisi sepasang sepatu dengan aktivitas cemerannya sekitar 1,5KBq Cs-137 dan spesifiknya 1,6 Bq/gr Cs-137," katanya.
Pengungkapan kasus sepatu ini memberikan konteks baru bahwa masalah kontaminasi Cesium-137 di lingkungan industri, khususnya di Cikande, Serang, Banten, kemungkinan telah berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan publik.
Baca Juga: Pemulihan Cikande: 558 Ton Material Radioaktif Berhasil Diangkut Satgas Cesium-137
Kawasan industri tersebut kini telah ditetapkan sebagai zona khusus radiasi menyusul temuan kontaminasi yang terungkap melalui jalur ekspor komoditas udang ke Amerika Serikat.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah 22 pabrik yang tercemar zat radioaktif telah tuntas didekontaminasi, dan total 558,8 ton material terkontaminasi berhasil dipindahkan dari area tersebut.
"Untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, kegiatan dekontaminasi di luar pabrik, terutama di zona merah, termasuk permukiman, lapak, dan lahan kosong, secara intensif terus dilakukan oleh Satgas," kata Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang juga Ketua Bidang Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Satgas Cs-137, Rasio Ridho Sani, Kamis (30/10/2025).
Rasio menjelaskan bahwa kegiatan mitigasi dan dekontaminasi secara intensif terus dilakukan. Sebanyak 22 pabrik yang terdeteksi paparan radiasi Cs-137 telah berhasil melalui proses dekontaminasi oleh Satgas.
Pabrik-pabrik yang telah selesai didekontaminasi oleh KBRN Gegana Polri dengan supervisi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten) kini dapat segera kembali beroperasi.
Kontaminasi Cesium-137 di zona merah disebabkan oleh penggunaan limbah peleburan logam (*slag*) terkontaminasi radioaktif, yang digunakan masyarakat sebagai material urukan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
-
Ironi 'Wakil Tuhan': Gaji Selangit Tapi Masih Rakus, Mengapa Hakim Terus Terjaring OTT?
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
-
Skandal Suap DJKA: KPK Dalami Peran 18 Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ini Daftar Namanya
-
Kabar Baik! Istana Percepat Hapus Tunggakan BPJS Triliunan, Tak Perlu Tunggu Perpres?
-
Gus Ipul Tegaskan Percepatan Sekolah Rakyat Nias Utara Prioritas Utama Presiden Prabowo
-
Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin Hingga Purbaya Masuk Bursa Bakal Capres 2029
-
Viral Drama Tetangga di Jakbar: Tegur Drummer Berisik, Pria Ini Dicekik, Kini Saling Lapor Polisi