- KemenPPPA secara tegas melabeli tindakan Gus Elham mencium anak-anak perempuan sebagai perilaku berbahaya (harmful) yang tidak dapat dibenarkan oleh alasan apa pun, termasuk status keagamaan
- Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak menormalisasi tindakan berisiko terhadap anak, meskipun dilakukan oleh tokoh yang dihormati, karena dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap kekerasan
- Kasus ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk mengajarkan konsep batasan tubuh (body boundaries) kepada anak sejak dini agar mereka bisa melindungi diri dari sentuhan yang tidak pantas
Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memberikan peringatan keras menyusul viralnya video pendakwah Elham Yahya Luqman atau Gus Elham yang mencium anak perempuan.
Pemerintah menegaskan bahwa status sosial atau atribut keagamaan tidak bisa menjadi pembenaran atas tindakan berisiko yang membahayakan anak.
Sikap sebagian masyarakat yang justru membiarkan bahkan mendorong anak-anak mendekati tokoh tertentu karena statusnya sebagai "Gus" dinilai sangat berbahaya.
Deputi Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, menyatakan bahwa tindakan semacam itu dapat membuka celah bagi potensi kekerasan terhadap anak.
“Tindakan itu tergantung dari alasan tujuannya itu tadi. Berbahaya enggak buat anak, tindakan harmful enggak buat anak, tindakan-tindakan berbahaya apakah dia berdasarkan pada adat, budaya, agama. Kalau dia tindakan berbahaya, ya sebaiknya dia tidak boleh dilakukan," kata Pribudiarta kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).
Lebih lanjut, Pribudiarta menekankan pentingnya edukasi sejak dini kepada anak-anak mengenai batasan tubuh mereka. Anak harus diajarkan untuk memahami bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, terutama orang asing.
Tindakan mencium wajah anak oleh orang yang tidak memiliki hubungan keluarga dekat adalah sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.
"Sekarang kan tujuan itu tadi menyangkut kepada kekerasan seksual atau kekerasan fisik dan emosi kepada si anak, dia jadi berbahaya. Tapi kalau ibu nyium anak, bapak nyium anak kan bukan tindakan berbahaya, bentuk kasih sayang," ucapnya.
KemenPPPA menyoroti keyakinan keliru di tengah masyarakat bahwa sentuhan dari seorang tokoh agama selalu membawa berkah. Pandangan ini justru membuat anak berada dalam posisi yang semakin rentan dan tidak terlindungi dari potensi predator.
Baca Juga: Gus Elham Suka Cium Anak Kecil, Komisi VIII Sepakat Dengan PBNU: Bertentangan Dengan Ajaran Islam!
"Saya rasa enggak ada agama apa pun yang menyetujui terjadinya kekerasan seksual pada anak atau kekerasan emosi terhadap anak," pungkas Pribudiarta.
Kontroversi ini tidak hanya mengundang reaksi dari KemenPPPA. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi'i turut angkat bicara dan mengecam keras aksi tersebut.
Menurutnya, perilaku yang dipertontonkan Gus Elham sama sekali tidak pantas, terlebih karena statusnya sebagai seorang pemuka agama yang seharusnya menjadi panutan dan teladan bagi umat.
Video viral pendakwah asal Kediri itu sebelumnya telah memicu kemarahan publik. Banyak warganet menilai aksinya menciumi anak-anak perempuan yang bukan mahramnya sudah masuk dalam kategori pelecehan dan harus ditindaklanjuti secara serius untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
Berita Terkait
-
Gus Elham Suka Cium Anak Kecil, Komisi VIII Sepakat Dengan PBNU: Bertentangan Dengan Ajaran Islam!
-
Soroti Kasus Gus Elham, Richard Lee Minta Orangtua Waspadai Predator Berkedok Agama
-
KemenPPPA: Perilaku Gus Elham Bisa Masuk Kategori Pidana Kekerasan Terhadap Anak
-
Gus Elham Yahya Minta Maaf Usai Videonya Cium Anak Kecil Viral, Akui Khilaf
-
Heboh Gus Elham Cium Anak Kecil, Ini Hukum Mencium Anak yang Bukan Muhrim Menurut Islam
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno