- KPK secara final menyerahkan penyelidikan kasus dugaan korupsi Google Cloud kepada Kejaksaan Agung untuk ditangani secara terpusat
- Alasan utama pelimpahan adalah adanya keterkaitan kuat antara kasus Google Cloud dengan skandal korupsi Chromebook yang sudah lebih dulu disidik oleh Kejagung
- Seorang tokoh "populer", yang merujuk pada eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, menjadi figur sentral yang menghubungkan kedua kasus di dua lembaga penegak hukum tersebut
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi memutuskan untuk melimpahkan penanganan perkara dugaan korupsi pengadaan Google Cloud ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
Keputusan strategis ini menandai babak baru dalam pengungkapan skandal yang terjadi di era pandemi Covid-19.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, yang menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan setelah rapat koordinasi intensif antara kedua lembaga penegak hukum.
“Dari hasil koordinasi untuk Google Cloud itu, nanti penanganannya akan diserahkan kepada Kejaksaan Agung,” kata Setyo di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025).
Alasan utama di balik pelimpahan ini adalah adanya irisan yang sangat kuat antara penyelidikan kasus Google Cloud oleh KPK dengan penyidikan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook yang lebih dulu ditangani oleh Kejagung.
Setyo mengungkapkan bahwa benang merah kedua kasus ini menjadi semakin jelas.
Bahkan, menurutnya, salah satu tokoh kunci yang telah dimintai keterangan oleh KPK dalam penyelidikan Google Cloud, kini statusnya telah menjadi tersangka di tangan Kejaksaan Agung dalam kasus Chromebook.
“Jadi Google Cloud itu kan dalam beberapa waktu yang lalu, penyelidik, khususnya direktorat penyelidikan, kan, sudah melakukan pemanggilan atau permintaan keterangan dari beberapa pihak terutama ada satu pihak yang cukup prestige, cukup populer, dan sudah dijadikan tersangka di Kejaksaan Agung, ya,” tandas Setyo.
Seperti diketahui, dalam penyidikan kasus Chromebook, Kejagung telah menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim sebagai tersangka.
Baca Juga: Kasatgas KPK Diadukan ke Dewas, Benarkah Bobby Nasution 'Dilindungi' di Kasus Korupsi Jalan Sumut?
KPK pun sebelumnya telah memeriksa Nadiem dalam penyelidikan perkara Google Cloud.
Keputusan pelimpahan ini sekaligus mengklarifikasi pernyataan sebelumnya dari Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Pada Juli lalu, Asep sempat menyatakan bahwa kedua kasus ini berbeda.
"Terkait dengan Google Cloud, apakah sama dengan Chromebook yang sekarang sedang ditangani [Kejagung], berbeda jawabannya," ujar Asep, Jumat (25/7/2025).
Saat itu, Asep menjelaskan bahwa kasus Chromebook berfokus pada pengadaan perangkat keras (hardware), sementara Google Cloud terkait pengadaan perangkat lunak (software).
Meski demikian, ia mengakui bahwa keduanya merupakan satu paket yang tak terpisahkan.
"Kami tentunya juga sudah berkomunikasi dengan pihak Kejaksaan Agung untuk penanganan perkaranya karena nanti ini menjadi hal yang berbeda, walaupun ini paket yang tidak bisa dipisah antara hardware dengan software,” tutur Asep kala itu.
Berita Terkait
-
Kasatgas KPK Diadukan ke Dewas, Benarkah Bobby Nasution 'Dilindungi' di Kasus Korupsi Jalan Sumut?
-
Jaksa KPK Ungkap Pertarungan Gengsi dengan Penasihat Hukum di Kasus Hasto Kristiyanto
-
Bebas Berkat Amnesti Prabowo, KPK Ungkap Momen Hasto Kristiyanto Cocokkan Nomor Tahanan
-
KPK Tegaskan Status Setyo Budiyanto: Sudah Purnawirawan, Aman dari Putusan MK
-
3 Fakta Korupsi Pajak: Kejagung Geledah Rumah Pejabat, Oknum DJP Kemenkeu Jadi Target
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut