- Kementan akan tingkatkan fasilitas Pusvetma Surabaya untuk capai kemandirian vaksin hewan.
- Kemandirian vaksin penting karena penyakit hewan di Indonesia berbeda dengan negara lain.
- Langkah ini bertujuan untuk menghentikan impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) merencanakan peningkatan fasilitas di Balai Besar Veteriner Farma atau Pusvetma, Surabaya, pada 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk mencapai kemandirian penuh dalam produksi vaksin hewan nasional dan menghentikan ketergantungan pada produk impor.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengatakan bahwa Indonesia memiliki sumber daya dan keahlian yang memadai untuk mencapai target tersebut.
"Dengan fasilitas baru dan peningkatan kapasitas produksi, kita ingin agar vaksin nasional bisa 100 persen mandiri tanpa impor. SDM ada, alat ada, tinggal kita memperkuat fasilitasnya,” kata Sudaryono dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).
Saat ini, Pusvetma telah mampu memproduksi berbagai vaksin strategis seperti antraks dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, untuk vaksin unggas yang kebutuhannya sangat besar, produksi dalam negeri baru mencukupi sekitar 30 persen.
Menurut Sudaryono, kemandirian ini sangat krusial karena Indonesia sebagai negara tropis memiliki karakteristik penyakit hewan yang berbeda dari negara lain.
"Kita adalah negara tropis, dan jenis penyakit hewan di sini berbeda. Justru ini menjadi peluang karena kita bisa mengembangkan vaksin yang sesuai dengan karakter penyakit di Indonesia," ujarnya.
Ia menekankan bahwa kemandirian vaksin bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian penting dari ketahanan pangan nasional. Ketersediaan vaksin yang memadai dan terjangkau akan berdampak langsung pada produktivitas peternak dan stabilitas pasokan protein hewani di dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!
-
Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan
-
Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo
-
Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran
-
Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!
-
Lawan Kejati Lampung, Arinal Djunaidi Hadirkan Pakar HTN di Sidang Praperadilan