- Mantan Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, bebas setelah 10 bulan di Rutan KPK dan mensyukuri hal sederhana.
- Ira mengalami kesulitan saat kerabat menghindar; titik terendah adalah isolasi gelap sebelum mendapat bantuan dari anak buah.
- Presiden RI Prabowo Subianto memberikan rehabilitasi kepada Ira dan dua terdakwa lain pada Selasa (25/11/2025).
Suara.com - Tangis Ira Puspadewi tak terbendung saat mengenang kembali hampir 10 bulan hidupnya yang penuh perjuangan di Rumah Tahanan (Rutan) Merah Putih KPK. Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry ini mengaku baru menyadari betapa banyak hal sederhana yang luput ia syukuri setelah menghirup udara bebas.
“Ternyata kita selama ini, saya kurang bersyukur. Apa yang kita anggap biasa hari ini, syukurilah,” ujar Ira dengan suara bergetar di tengah acara syukuran di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2025).
Baginya, melewati malam-malam di balik jeruji adalah sebuah ujian yang luar biasa berat.
“Karena kalau di dalam (penjara) kita melewatkan malam-malam at the darkest night, itu berat," katanya.
Dihindari Kerabat, Ditolong Anak Buah
Salah satu kenangan paling getir bagi Ira adalah saat ia merasa dijauhi oleh orang-orang terdekatnya. Ketika terpuruk dalam pusaran kasus, banyak kerabat dan teman yang seolah menjaga jarak, bahkan untuk sekadar menjawab panggilannya.
“Di saat kami dalam perkara seperti itu, banyak orang menghindar untuk bahkan kami kontak. Wajar, karena takut. Tapi kata orang, justru teman itu ada ketika kita dalam keadaan yang terpuruk,” kata Ira.
Kini, hal-hal yang dulu dianggap biasa terasa begitu indah. Ia mengenang sebuah momen saat melewati Lapangan Banteng dan mendengar musik senam yang riuh.
“Biasanya saya terganggu banget musik begitu, tapi hari ini saya merasa musik seperti itu indah sekali,” ucapnya sembari kembali menahan air mata.
Baca Juga: KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan
Titik Terendah di Kamar Isolasi Gelap
Momen paling berat yang membekas dalam ingatan Ira adalah ketika ia harus mendekam sendirian di kamar isolasi. Ruangan sempit dan gelap itu menjadi saksi bisu titik terendahnya.
“Kalau dalam kamar isolasi gelap, kurang lebih ukuran 3x4 meter, sendirian selama tiga hari enggak ada teman. Mau ke mana lagi? Cuma ngobrolnya sama Tuhan,” kenang Ira.
Di tengah kesendirian dan kegelapan itu, ia sempat merasa ditinggalkan oleh Sang Pencipta. Namun, sebuah titik balik spiritual datang saat ia merenungi makna Surat Ad-Dhuha.
“Jadi literally (setelah membaca Surat Ad-Dhuha), saya bilang, oh iya, saya durhaka sama Tuhan, kok merasa ditinggalkan Tuhan. Baru dari situ saya ada turning point, antara harapan dengan hopelessness,” tuturnya.
Setelah bebas, cobaan belum berakhir. Seluruh rekening bank miliknya, suami, hingga anaknya masih diblokir oleh pihak berwenang.
Berita Terkait
-
KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan
-
'Semua Senang!', Ira Puspadewi Ungkap Reaksi Tahanan KPK Dengar Dirinya Bebas Lewat Rehabilitasi
-
Rentetan Proses Pembebasan Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi: Keppres Keluar Pagi, Bebas di Sore Hari
-
Bebas dari Rutan KPK, Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo hingga Netizen
-
Senyum Sumringah Ira Puspadewi Usai Bebas dari Rutan KPK
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend