- Survei SPHKP 2024 Kemen PPPA menunjukkan 10 persen perempuan Indonesia alami kekerasan fisik atau seksual pasangan.
- Kekerasan seksual oleh non-pasangan paling sering terjadi di rumah korban sendiri, mencapai angka 27,6 persen.
- Kementerian PPPA berkomitmen memperkuat layanan pengaduan dan edukasi publik guna melindungi perempuan secara merata.
Suara.com - Kekerasan fisik maupun seksual masih jadi ancaman bagi perempuan, bahkan ketika sedang berada di dalam rumahnya sendiri.
Survei Pengalaman Hidup dan Kerentanan terhadap Kekerasan pada Perempuan (SPHKP) 2024 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA) menunjukan kalau satu dari sepuluh perempuan di Indonesia, sekitar 10 persen, pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan selama hidupnya.
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA, Desy Andriani, menilai situasi tersebut sebagai kondisi serius dan sangat memprihatinkan.
Ia menegaskan bahwa kekerasan fisik maupun seksual adalah bentuk kekerasan yang paling membahayakan keselamatan perempuan.
"Ini adalah bentuk kekerasan yang paling membahayakan keselamatan perempuan dan temuan ini menunjukkan bahwa kekerasan fisik maupun seksual masih menjadi ancaman nyata di lingkungan perempuan," kata Desy dalam acara paparan SPHKP 2024 di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Ia menambahkan bahwa prevalensi kekerasan tersebut lebih tinggi di wilayah pedesaan, menandakan tingginya kerentanan perempuan di daerah dengan akses layanan perlindungan yang masih terbatas.
Selain kekerasan oleh pasangan, perempuan Indonesia juga menghadapi risiko kekerasan seksual oleh pelaku non-pasangan.
Dalam temuan survei, lokasi paling sering terjadinya kekerasan seksual oleh selain pasangan adalah rumah korban sendiri, yakni 27,6 persen.
Desy menekankan bahwa hasil ini menunjukkan ironi yang pahit bahwa ruang yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru menjadi lokasi terjadinya kekerasan.
Baca Juga: Siswa SMP di Tangsel Tewas Akibat Perundungan, Menteri PPPA: Usut Tuntas!
"Lokasi yang paling sering dilaporkan adalah rumah korban sendiri, yaitu 27,6 persen. Rumah yang seharusnya dapat menjadi tempat perlindungan bagi perempuan ternyata menjadi lokasi terjadinya kekerasan," katanya.
Kementerian PPPA menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pengaduan, meningkatkan kapasitas aparat dan pendamping korban, serta memperluas edukasi publik di wilayah perkotaan hingga pedesaan.
Menurut Desy, langkah-langkah ini penting agar perempuan di mana pun berada mendapatkan perlindungan yang setara dan aman dari ancaman kekerasan.
Berita Terkait
-
Menteri PPPA: Perempuan Alami Trauma Lebih Berat Usai Banjir Sumatra
-
Kekerasan Terus Meningkat, Ini Cara Pemerintah Lindungi Anak dan Perempuan
-
Tragedi Alvaro Kiano: Ayah Tiri Tewas di Tahanan, Menteri PPPA Serukan 'Kewaspadaan Kolektif'
-
Menteri PPPA: Cegah Bullying Bukan Tugas Sekolah Saja, Keluarga Harus Turut Bergerak
-
Jangan Takut Lapor! KemenPPPA Tegaskan Saksi dan Korban KBGO Tak Bisa Dituntut Balik
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL