- Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengusulkan pembentukan koalisi permanen antarpartai pendukung pemerintah pada 6 Desember 2025 di Jakarta.
- Usulan ini bertujuan menciptakan fondasi politik stabil, menghindari koalisi yang bersifat sementara, serta menuntut loyalitas bersama.
- Bahlil juga mengapresiasi capaian pemerintah satu tahun, terutama program makanan bergizi dan optimisme target lifting energi 2025.
“Tidak terasa sudah setahun Bapak Presiden memimpin negara ini. Sudah banyak program yang sudah tereksekusi maupun yang akan dieksekusi. Program pro-rakyat di antaranya makanan bergizi,” kata Bahlil.
Ia bahkan berbagi pengalaman pribadinya untuk membantah pihak-pihak yang meremehkan program tersebut.
“Banyak yang mengatakan makanan bergizi tidak penting. Tapi bagi orang susah seperti saya yang pernah busung lapar, ini program sangat mulia dan harus dilanjutkan untuk seluruh pelosok tanah air," ujarnya.
Bahlil juga menyinggung capaian di sektor energi, di mana ia optimistis target lifting minyak akan tercapai pada 2025, mematahkan tren negatif sejak 2008.
“Menyangkut energi sejak 2008-2024 belum pernah lifting kita mencapai target APBN. Di 2025 Insya Allah Partai Golkar dengan bapak Presiden akan mewujudkan lifting kita akan melebihi target APBN. Bahkan Solar di tahun 2026 tidak akan impor lagi,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Awal 2026 Diterapkan, Mengapa KUHAP Baru Jadi Ancaman?
-
Setuju TNI Jaga Kilang, Bahlil Bicara Sabotase dan Potensi Ancaman
-
KUHAP Baru Disahkan, Ahli Peringatkan 'Kekacauan Hukum' Januari 2026: 25 Aturan Pelaksana Belum Siap
-
KUHAP Disahkan, Masyarakat Sipil Desak Prabowo Terbitkan Perppu Pembatalan
-
DPR 'Sembunyikan Draf' RUU KUHAP: Pengesahan Tertutup Tanpa Partisipasi Publik
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora
-
Tokoh Lintas Generasi Temui JK, Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik