- Demonstrasi Apdesi pada Senin (8/12/2025) di sekitar Monas, Jakarta Pusat, menyebabkan pengalihan arus lalu lintas sementara.
- Pengalihan lurus dari Jalan Medan Merdeka Barat menuju Selatan dialihkan ke Jalan Kebon Sirih.
- Aksi menuntut pencabutan PMK Nomor 81 Tahun 2025 terkait pencairan dan alokasi Dana Desa Tahap II.
Suara.com - Bagi Anda yang berencana melintasi kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, hari ini, Senin (8/12/2025), sebaiknya mencari rute alternatif. Arus lalu lintas di sekitar jantung Ibu Kota terpaksa dialihkan akibat aksi demonstrasi besar yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).
Pengalihan arus ini dikonfirmasi secara resmi melalui akun media sosial X (dulu Twitter) @TMCPoldaMetro untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat konsentrasi massa.
"09.44 Imbas kegiatan penyampaian pendapat di sekitar Jl. Medan Merdeka selatan Jakpus ( Monas ) lalu lintas dilakukan pengalihan arus sementara," demikian keterangan yang diunggah oleh akun tersebut.
Secara spesifik, rekayasa lalu lintas diberlakukan bagi pengendara yang datang dari arah Jalan Medan Merdeka Barat, atau yang lebih dikenal dengan kawasan Patung Kuda.
Kendaraan yang hendak lurus menuju Jalan Medan Merdeka Selatan ke arah Stasiun Gambir, dialihkan seluruhnya untuk berbelok ke kiri, menuju Jalan Kebon Sirih.
Meski demikian, tidak semua ruas jalan ditutup. Untuk arus lalu lintas dari arah Tugu Tani yang mengarah ke Patung Kuda, dilaporkan masih dapat dilintasi oleh kendaraan di kedua lajur.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan perangkat desa ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Apdesi membawa tuntutan serius yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Mereka mendesak pencabutan sejumlah aturan, dengan fokus utama pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 81 tahun 2025 tentang pencairan dana desa.
Menurut para demonstran, aturan tersebut menjadi biang keladi terhentinya penyaluran Dana Desa Tahap II. Lebih jauh, mereka menilai PMK itu telah mengalihkan sebagian besar alokasi anggaran desa ke program-program yang dianggap bukan menjadi kewenangan pemerintah desa.
Baca Juga: Tanpa Senjata Api, Ribuan Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Apdesi di Istana
Untuk mengamankan jalannya aksi dan menjaga ketertiban, pihak kepolisian telah mengerahkan ribuan personel.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa total 2.155 personel gabungan diturunkan ke titik-titik lokasi.
"Hari ini kita melayani kegiatan penyampaian pendapat. Semua personel saya perintahkan bekerja secara humanis dan profesional, tidak membawa senjata api, serta mengedepankan pendekatan dialogis," kata Susatyo.
Berita Terkait
-
Tanpa Senjata Api, Ribuan Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Apdesi di Istana
-
Demo Hari Ini di Monas: Ribuan Guru Honorer Turun ke Jalan, Tuntut Revisi UU P3K
-
Demo Guru Honorer Hari Ini: Jakarta Dikepung, 1.597 Aparat Siaga di Monas
-
Demo 30 September 2025: Ribuan Buruh Gedor DPR, Tuntut Naik Gaji 10,5 Persen dan Setop Upah Murah
-
5 Fakta Demo Akbar 5.000 Ojol Hari Ini: Kepung Istana hingga DPR, Jakarta Waspada Macet!
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
Terkini
-
Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi
-
Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas
-
Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia
-
Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!
-
Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai
-
Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL
-
Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan, RS Polri Ungkap Kendalanya
-
Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal
-
Tragedi Bekasi Timur, Alvin Lie Kritik Persimpangan Rel dan Jalan
-
Amien Sunaryadi: Niat Jahat Memang Nggak Kelihatan, Tapi Evidence-nya Bisa Dicari