- Bencana banjir dan longsor akhir November 2025 melanda tiga provinsi Sumatera, menyebabkan dampak signifikan lebih dari satu juta jiwa terdampak.
- Pemerintah Pusat menyatakan belum memerlukan bantuan asing, mengklaim dana APBN Rp500 miliar cukup menangani krisis kemanusiaan ini.
- Gubernur Aceh kontras dengan pusat, tegas membuka pintu bantuan internasional karena merasa dukungan yang ada belum memadai.
Suara.com - Bencana ekologis berupa banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—pada akhir November 2025 telah memicu krisis kemanusiaan berskala besar.
Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (9/12/2025) pukul 09.00 WIB, jumlah total individu yang terdampak parah (meninggal, hilang, luka, dan mengungsi) telah melampaui angka satu juta jiwa.
Secara spesifik, BNPB melaporkan total 962 orang meninggal, 291 orang hilang, dan 5.000 orang terluka. Paling kritis, jumlah pengungsi dilaporkan mencapai 1.057.482 jiwa.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan masif pada 157,8 ribu rumah, 497 jembatan, dan 534 fasilitas pendidikan.
Meskipun menghadapi skala bencana yang masif dan korban yang melampaui satu juta jiwa, Pemerintah Pusat melalui Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Luar Negeri, tetap menyatakan belum memerlukan bantuan dari negara atau lembaga asing.
Pemerintah juga belum menetapkan peristiwa ini sebagai bencana nasional.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pada Rabu (3/12/2025), menegaskan bahwa pemerintah nasional masih sanggup mengatasi seluruh permasalahan yang dihadapi.
Klaim ini didasarkan pada keyakinan bahwa alokasi dana siap pakai dalam APBN yang tersedia sebesar Rp500 miliar, ditambah stok pangan dan BBM yang memadai, cukup untuk mendanai penanganan, bahkan jika harus menggunakan metode non-normal seperti dropping bantuan dari udara.
Sikap serupa diperkuat oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, pada 6 Desember. Menlu menyatakan bahwa Indonesia menghargai tawaran dukungan dari negara sahabat.
Baca Juga: Gubernur Aceh Terima Bantuan Asing Pasca Bencana: Ada yang Menolong kok Dipersulit
Namun keputusan untuk tidak membuka pintu bantuan asing didasarkan pada penilaian bahwa seluruh unsur penanganan di dalam negeri—termasuk BNPB, TNI/Polri, dan pemerintah daerah—masih mampu bekerja secara efektif.
Pintu internasional baru akan dibuka apabila eskalasi bencana tidak lagi dapat ditangani melalui kekuatan nasional.
Gubernur Aceh Tegas Buka Pintu Bantuan
Sikap ini sangat kontras dengan yang ditunjukkan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Muzakir dengan tegas menyatakan bahwa Pemerintah Aceh sangat terbuka terhadap bantuan dari luar negeri dan membantah kabar yang menyebut izin masuk bantuan asing dipersulit.
"Mereka tolong kita kok kita persulit? Kan bodoh," kata Mualem.
Muzakir memastikan bahwa bantuan asing sah-sah saja diterima dalam kondisi pascabencana dan tidak ada larangan untuk menerima dukungan dari lembaga nonprofit atau pemerintah asing.
Berita Terkait
-
Bupati Aceh Selatan Umrah Saat Bencana, DPR Tegaskan Sanksi Tak Akan Ringan Meski Minta Maaf
-
DPR Desak Kemenhut Ungkap 12 Perusahaan Diduga Pemicu Banjir Sumatra dalam 30 Hari
-
Pemerintah Siaga Penuh Jelang Nataru 2025, Fokus Antisipasi Bencana di Tengah Pemulihan Daerah
-
Pakar IPB Bongkar Fakta Mengerikan di Balik 'Rudal Kayu' Banjir Bandang Sumatera
-
Fedi Nuril Nilai Wacana Pilkada DPRD Tak Etis di Tengah Bencana Sumatra
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran
-
Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Dituding Pendukung Iran, Remaja Israel Anti Perang: Kami Lebih Takut Fasis dibanding Rudal
-
Indonesia Disebut Jadi Tempat Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Begini Analisis Pakar UGM
-
Terjaring OTT Proyek Daerah, Kasus Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Segera Disidang
-
Israel Porak-poranda Dibom Iran, Tunggu Waktu Kehancuran Zionis
-
Bias AI Matikan Karier Perempuan: Diam-diam Robot Hilangkan Wanita Profesional