- Pemerintah Aceh terbuka menerima bantuan internasional pascabencana ekologis di tiga provinsi, berbeda dengan sikap Pemerintah Pusat yang merasa mampu menanganinya.
- Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memastikan bantuan asing telah tiba, termasuk tim medis dari Malaysia dan tim pencari korban dari China.
- Data BNPB per 9 Desember 2025 menunjukkan bencana tersebut telah menewaskan 962 jiwa dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.
Suara.com - Kebijakan penanganan bencana ekologis yang melanda tiga provinsi di Sumatra—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—pada akhir November lalu, memunculkan perbedaan sikap yang kontras antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat terkait penerimaan bantuan internasional.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), secara tegas menyatakan bahwa daerahnya sangat terbuka terhadap bantuan dari luar negeri pascabencana. Ia membantah keras adanya kabar yang menyebut Pemerintah Aceh mempersulit masuknya bantuan asing.
"Mereka tolong kita kok kita persulit? Kan bodoh," kata eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka itu, dikutip dari video keterangan pers yang diunggah di Instagram pada Senin (8/12/2025).
Aceh Sambut Bantuan Internasional
Muzakir menyampaikan sikap terbukanya itu setelah menghadiri rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan gubernur di posko terpadu penanganan bencana di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh, pada Ahad malam (7/12/2025).
Menurut Mualem, tidak ada larangan untuk menerima bantuan dari lembaga nonprofit atau pemerintah asing kepada warga terdampak bencana.
Ia memastikan, beberapa bantuan internasional telah tiba dan tersalurkan, termasuk dokter dan obat-obatan dari Kuala Lumpur, Malaysia. "Tersalur semuanya dan bahkan tidak cukup," tambahnya.
Bahkan, Mualem sebelumnya telah mendatangkan tim khusus dari China yang terdiri dari lima orang untuk membantu proses pencarian korban tertimbun lumpur.
Tim tersebut membawa perangkat khusus yang mampu mendeteksi mayat dalam lumpur, terutama di wilayah Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, di mana masih ada jenazah yang belum ditemukan.
Baca Juga: Respons Singkat Ferry Irwandi Disindir Anggota DPR Endipat Wijaya Soal Donasi Cuma Rp 10 Miliar
Sikap terbuka Aceh ini berbanding terbalik dengan kebijakan yang dianut Pemerintah Pusat. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah nasional masih merasa sanggup mengatasi seluruh masalah bencana di Sumatra tanpa bantuan dana dari luar negeri.
"Kami merasa bahwa pemerintah, semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kami hadapi," ujar Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Prasetyo mengklaim alokasi dana siap pakai dalam APBN, yang tersedia sebesar Rp500 miliar tahun ini, cukup untuk mendanai penanganan.
Pemerintah Pusat juga meyakini stok pangan dan BBM memadai, bahkan jika harus menggunakan cara-cara yang tidak normal, seperti dropping bantuan dari udara.
Pada 6 Desember, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, memperkuat kebijakan ini. Menlu mengatakan Indonesia belum membutuhkan bantuan asing, meskipun beberapa negara sahabat telah menawarkan dukungan.
Keputusan tersebut diambil karena pemerintah menilai seluruh unsur penanganan di dalam negeri—termasuk BNPB, TNI/Polri, dan pemerintah daerah—masih mampu bekerja secara efektif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter