- Mantan PKL Malioboro sukses beternak ratusan mencit di lahan sempit.
- Bermula dari hobi reptil, mencit menjadi sumber penghasilan tambahan.
- Mencit dijual untuk pakan reptil hingga kebutuhan praktikum mahasiswa.
"Kalau omset ya enggak mesti. Paling sehari ya Rp 50-100 ribuan. Pernah kalau pas kayak barengan waktu praktikum sama waktu musim tetas telur ular itu bisa kalau sebulan bisa 500-600 ekor bisa terjual," ungkapnya.
Baginya, kunci utama beternak mencit adalah kebersihan dan ketelatenan. Ia membuktikan bahwa tikus tidak selalu identik dengan kotor.
"Kalau kebersihan kandangnya kita bisa manage, rutin bersihin kandangnya, ngasih makannya, itu malah bisa sehat tikusnya terus cepat beranak juga," jelasnya.
Sempat Dicibir Tetangga
Tentu saja, usahanya tidak berjalan mulus tanpa tantangan. Selain cuaca panas yang bisa membuat mencit rentan mati, ia juga sempat mendapat respons miring dari tetangga. Memelihara tikus di pemukiman padat dianggap aneh.
Namun, Imam tidak kecil hati. Ia justru memberikan edukasi.
"Ya responnya itu dulu 'masa pelihara tikus yang lain aja, jangan tikus'. Tapi aku udah menggeluti ini tak jelasin. Ini tuh enggak tikus yang jorok, enggak tikus yang kotor, ini bisa buat praktik uji laboratorium juga, banyak nolong banyak orang nemuin obat," tuturnya.
Kini, dari gang sempit Wirobrajan, Imam terus menjalankan dua usahanya. Di satu sisi, kaos oleh-oleh Jogja tetap digelar untuk para pelancong. Di sisi lain, mencit-mencit mungilnya terus berkembang biak, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkreasi dan bertahan hidup di tengah kota.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Wangi: Bagaimana Komunitas Parfum Membangun Ruang Aman Anak Muda Jogja
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura