- Polisi Depok mengusut KDRT di Sawangan pada 23 Desember 2025 akibat perselisihan telepon genggam berujung penganiayaan.
- Terlapor telah diamankan Polres Metro Depok, sementara korban luka serius di mata mendapat perawatan medis intensif.
- Penyidikan kasus ini ditangani Unit PPA Polres Depok dengan mengutamakan keselamatan serta pemulihan kondisi korban.
Suara.com - Polisi tengah mengusut kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Perselisihan suami-istri yang dipicu persoalan telepon genggam itu berakhir dengan penganiayaan brutal hingga korban mengalami luka serius di bagian mata.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. Penanganan perkara dilakukan oleh Unit VI Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok dengan mengedepankan keselamatan serta perlindungan korban.
Terlapor, kata dia, kekinian juga telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan, sementara korban langsung mendapat pendampingan dan perawatan medis.
“Dalam penanganan perkara KDRT, kami mengutamakan keselamatan dan pemulihan korban. Proses hukum tetap berjalan secara profesional dan humanis, namun tetap tegas dan konsisten sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Budi kepada wartawan, Senin (29/12/25).
Kejadian KDRT ini diketahui terjadi pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB di Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Insiden bermula dari perselisihan antara suami dan istri terkait penggunaan telepon genggam.
Atas kejadian ini, korban kemudian melapor ke Polres Metro Depok. Laporan lalu diterima dan tercatat dengan Nomor: LP/B/2322/XII/2025/SPKT/Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya, tertanggal 24 Desember 2025.
“Kejadian dipicu oleh perselisihan terkait penggunaan telepon genggam,” ungkap Budi.
Saat itu, pelaku meminta ponsel korban dan menolak mengembalikannya ketika diminta kembali. Adu mulut pun pecah dan berujung pada aksi kekerasan fisik.
Pelaku memukul korban secara bertubi-tubi menggunakan ponsel ke arah wajah, khususnya mata kiri. Tak berhenti di situ, korban juga dipukul dengan tangan kosong dan pahanya diinjak oleh pelaku.
Baca Juga: Kronologi Kasus KDRT Ustaz Evie Effendi pada Anaknya hingga Jadi Tersangka
Akibat penganiayaan tersebut, korban berinisial AA mengalami luka serius. Budi menyebut korban mengalami luka robek pada pelipis kiri serta memar parah di bola mata kiri.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga Minggu (28/12/2025), korban masih menjalani perawatan dan belum dapat dimintai keterangan oleh penyidik.
“Korban belum bisa dimintai keterangan dikarenakan mental korban masih terguncang,” beber Budi.
Budi memastikan korban terus mendapatkan pendampingan serta pemeriksaan medis lanjutan untuk keperluan visum. Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan rumah tangga dengan kekerasan dan tidak ragu melapor ke layanan call center Polri 110 jika mengalami atau mengetahui adanya tindak KDRT.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!
-
Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya
-
Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB
-
KPK Minta Saksi Lapor ke Dewas Terkait Dugaan Penyidik Minta Uang Rp10 Miliar