- Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap oleh Delta Force AS di Caracas pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari.
- Kabar penangkapan menyebabkan jalanan Venezuela lengang, berbeda dengan perayaan oleh diaspora di luar negeri.
- Media nasional Venezuela membungkam berita tersebut, menyebarkan informasi hanya melalui media sosial dan memicu kebingungan.
Suara.com - Penangkapan dramatis Nicolas Maduro oleh otoritas Amerika Serikat (AS) telah meninggalkan ruang hampa yang mencekam di seantero Venezuela.
Ibu kota Caracas yang biasanya bising dengan aktivitas politik kini berubah menjadi kota yang sunyi, dibalut ketakutan akan masa depan yang tidak pasti.
Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, ditangkap pada dini hari waktu setempat oleh pasukan Delta Force Angkatan Darat AS. Keduanya ditangkap di Kota Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).
Berikut lima fakta reaksi rakyat Venezuela setelah presiden mereka ditangkap oleh AS:
1. Jalanan Kota Berubah Lengang
Sesaat setelah kabar penangkapan Nicolas Maduro terkonfirmasi, jalanan di Caracas dan sejumlah kota besar lainnya mendadak lengang, nyaris tanpa aktivitas.
Sejumlah ruas di sekitar istana kepresidenan dijaga ketat oleh personel militer dan warga sipil bersenjata.
Keheningan yang tak lazim ini mencerminkan besarnya guncangan psikologis yang dirasakan publik atas peristiwa tersebut.
2. Euforia Diaspora: “Hari Kebebasan”
Berbeda dengan suasana sunyi di dalam negeri, jutaan diaspora Venezuela di luar negeri justru tumpah ruah ke jalan untuk merayakan penangkapan Maduro.
Di Miami, Madrid, hingga Bogota, warga Venezuela mengibarkan bendera nasional dan bersorak bahwa “pemerintahan narkoba” telah berakhir. Mereka menyebut peristiwa ini sebagai “Hari Kebebasan”.
Baca Juga: Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya
3. Kebingungan Akibat Sensor Media Nasional
Rakyat Venezuela tidak dapat menyaksikan berita penangkapan presiden mereka melalui saluran televisi atau media yang dikendalikan negara karena tidak ditayangkan.
Informasi justru menyebar melalui media sosial, di mana gambar-gambar Maduro yang diborgol tersebar luas dan memicu ketidakpercayaan massal.
Banyak warga merasa terguncang karena harus mencerna peristiwa sebesar itu hanya dari potongan-potongan informasi digital.
4. Kekhawatiran akan “Pendudukan” Jangka Panjang AS
Rakyat Venezuela mulai merasa cemas setelah Donald Trump menyatakan bahwa AS akan “mengelola” Venezuela hingga pemerintahan baru terbentuk.
Sebagian warga, bahkan yang membenci Maduro sekalipun, mempertanyakan apakah kedaulatan negara mereka akan tergadai demi kepentingan minyak.
Rasa lega awal mulai bercampur dengan keraguan mengenai niat sebenarnya AS di balik operasi militer tersebut.
Berita Terkait
-
Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya
-
Usai Presiden Venezuela Ditangkap Militer AS, Dave Laksono: Keselamatan WNI Adalah Prioritas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100 per Barel Setelah Trump Culik Maduro
-
Operasi Kilat Militer Amerika Serikat, Ini 5 Fakta Penangkapan Presiden Venezuela
-
Pertamina Miliki Kilang Minyak di Venezuela, Terdampak?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik