- Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026, memicu krisis kepemimpinan nasional.
- Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez mengambil alih posisi kepala negara berdasarkan konstitusi.
- Rodríguez mengecam penangkapan Maduro sebagai "penculikan ilegal" dan menegaskan mandat barunya dalam pidato keras nasional.
Sejak 2018, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Venezuela. Jabatan ini mengukuhkan posisinya sebagai orang kedua paling berkuasa di negara tersebut, dengan tanggung jawab utama pada koordinasi kementerian serta kebijakan ekonomi nasional.
Diplomat yang Pantang Mundur
Rodríguez dikenal karena ketangguhannya di meja diplomasi internasional. Di bawah kepemimpinannya sebagai Menteri Luar Negeri, Venezuela mengambil posisi defensif yang agresif terhadap sanksi internasional.
Ia merupakan sosok yang sangat vokal membela kedaulatan Venezuela dan kerap menggunakan forum internasional untuk mengecam intervensi asing.
Meski masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri berakhir pada 2017, pengaruh Delcy Rodríguez di kancah internasional tidak pernah memudar.
Ia justru bertransformasi menjadi representasi utama pemerintah Venezuela di luar negeri, terutama ketika Presiden Maduro mulai membatasi perjalanan internasionalnya.
Delcy menjadi jembatan krusial dalam memperkuat aliansi strategis dengan negara-negara seperti Turki, China, dan Iran.
Namun, sepak terjang diplomasinya tak jarang memicu kontroversi. Pada 2016, ia sempat menuai sorotan saat mencoba masuk secara paksa ke pertemuan blok Mercosur di Buenos Aires setelah keanggotaan Venezuela ditangguhkan.
Empat tahun berselang, namanya kembali mencuat dalam skandal “Delcygate” di Spanyol.
Meski dilarang memasuki wilayah Schengen oleh Uni Eropa, ia mendarat di Bandara Barajas, Madrid, untuk bertemu secara diam-diam dengan Menteri Transportasi Spanyol saat itu.
Baca Juga: Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional
Hingga kini, Rodríguez tetap menjadi salah satu dari puluhan pejabat tinggi Venezuela yang dikenai sanksi oleh Uni Eropa atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan pelemahan demokrasi.
Reporter: Tsabita Aulia
Tag
Berita Terkait
-
Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional
-
5 Fakta Reaksi Rakyat Venezuela Usai Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS
-
Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya
-
Usai Presiden Venezuela Ditangkap Militer AS, Dave Laksono: Keselamatan WNI Adalah Prioritas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD 100 per Barel Setelah Trump Culik Maduro
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik