- Pasukan Delta Force AS menangkap Presiden Maduro pada Sabtu, 3 Januari 2026, terkait perebutan kendali cadangan minyak dunia.
- Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar dunia (303,22 miliar barel), terkonsentrasi di Sabuk Orinoco.
- Meskipun kaya minyak, produksi Venezuela merosot drastis; AS berkepentingan karena kedekatan logistik pengiriman minyak berat.
Suara.com - Operasi kilat pasukan elit Delta Force Amerika Serikat telah berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Namun, penangkapan Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat di awal tahun 2026 ini bukan sekadar urusan penegakan hukum atau narkoterorisme.
Di balik riuh operasi militer tersebut, terdapat perebutan kendali atas "harta karun" yang paling diperebutkan di dunia, yakni cadangan minyak mentah.
Sebagai pemilik cadangan minyak terbukti terbesar, Venezuela merupakan pemegang kunci energi global yang membuat negara-negara adidaya rela bersitegang.
Venezuela kini berada di persimpangan jalan antara kedaulatan negara dan intervensi energi global yang dipicu oleh serangan Donald Trump.
Berikut adalah 7 fakta cadangan minyak Venezuela yang menjadi alasan mengapa negara ini selalu berada di tengah pusaran konflik global:
1. Pemilik Cadangan Minyak Terbesar
Venezuela memegang posisi pertama sebagai pemilik cadangan minyak terbukti (proven oil reserves) terbesar di dunia, bahkan melampaui Arab Saudi.
Berdasarkan data U.S. Energy Information Administration (EIA), cadangan minyak Venezuela mencapai 303,22 miliar lebih barel atau sekitar 17 persen dari total minyak dunia.
Baca Juga: Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya
Jumlah tersebut melampaui Arab Saudi dengan cadangan minyak bumi sebanyak 267,2 miliar lebih barel dari total minyak dunia.
Kekayaan inilah yang menjadi alasan utama stabilitas politik di Caracas selalu menjadi perhatian vital bagi Amerika Serikat.
2. Harta Karun di Sabuk Orinoco
Pusat kekayaan energi Venezuela terkonsentrasi di Sabuk Orinoco. Sebuah wikayah yang menyimpan cadangan minyak berat dan ekstra berat terbesar di dunia.
Penguasaan atas wilayah seluas sekitar 55.000 kilometer persegi yang membentang dibagian timur negara ini berarti penguasa atas pasokan energi dunia untuk puluhan tahun ke depan.
3. Karakteristik Minyak Ekstra Berat yang Sulit Diolah
Meskipun cadangan minyak Venezuela melimpah, mayoritas jenis minyak yang ada bertipe extra-heavy crude oil atau minyak mentah ekstra berat.
Minyak jenis ini sangat kental dan padat seperti aspal. Juga sulit mengalir karena memiliki viskositas tinggi dan densitas lebih berat dibanding minyak ringan.
Untuk daoat mengolah minyak jenis ini menjadi bahan bakar siap pakai, butuh teknologi kilang yang canggih dan investasi besar.
4. Perusahaan Minyak Patungan PDVSA
Petroleos de Venezuela S.A (PDVSA) adalah perushaan minyak dan gas alam milik pemerintah Venezuela.
Perushaan ini mengizinkan perushaan asing untuk berinvestasi, tetapi tetap menjadi pemegang saham terbesar sebanyak 60 persen saham dalam usaha patungan ini.
PDVSA mendirikan usaha patungan dengan perusahaan minyak dari negara lain, yaitu China National Petroleum Corporation (CNPC), Rosneft Rusia, Chevron, Statoil, Total, dan ENI.
5. Keunggulan Minyak Venezuela Terhadap Kilang Minyak AS
Secara logistik, minyak Venezuela lebih murah untuk dikirim ke Amerika Serikat (AS) dibanding minyak dari negara di Timur Tengah, karena jarak geografis yang sangat dekat.
Venezuela menghasilkan minyak berat yang sangat dibutuhkan AS, dan kilang-kilang minyak di AS memang dirancang khusus untuk memproses minyak berat khas Venezuela.
Inilah alasan yang disinyalir sebagai strategi AS mengerahkan kekuatan di Laut Karibia guna menagamankan jalur distribusi tersebut.
6. Penyalahgunaan Hasil Minyak untuk Jaringan Narkoterorisme
Amerika Serikat menuduh Maduri menggunakan keuntungan dari sektor minyak untuk mendanai jaringan narkoterorisme internasional.
Alih-alih digunakan untuk kesehatan rakyat, hasil kekayaan alam tersebut diduha dikoruosi untuk mempertahankan kekuasaan absolut rezim.
Hal inilah yang menjadi dasar hukum AS untuk melakukan intervensi militer langsung.
7. Kemerosotan Produksi Minyak
Meski memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi kontribusi Venezuela dalam memproduksi minyak global bahakan kurang dari 1 persen.
Pada dekade 1960-an Venezuela justru bisa menyumbang 10 persen produksi minyak global. Sejak 1990-an, produksi minyak Venezuela telah merosot sekitar 70 persen.
Kemerosotan inilah yang akhirnya dibantu oleh AS untuk memperoleh lisensi dan mengizinkan sejumlah mitra asing beroperasi di Venezuela dan melakukan ekspor minyak.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Minyak di Balik Serangan AS ke Venezuela, Mengapa China Paling Rugi?
-
Profil Delcy Rodriguez, Wapres yang Ambil Alih Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS
-
Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional
-
5 Fakta Reaksi Rakyat Venezuela Usai Presiden Nicolas Maduro Ditangkap AS
-
Operasi AS di Venezuela Dinilai Tak Berdampak Signifikan ke Indonesia, Ini Alasannya
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek