- Pemkot Tangsel meluncurkan program 100 hari untuk transformasi pengelolaan sampah guna mengatasi keterbatasan TPA.
- Fokus utama mencakup penguatan regulasi, optimalisasi teknologi *waste-to-energy* di TPA Cipeucang, dan revitalisasi TPS3R.
- Program ini bertujuan mengintegrasikan data, mempercepat teknologi ramah lingkungan, dan menarik investasi sektor pengolahan limbah.
“Kami ingin sampah sudah terpilah sejak dari sumbernya. Tim akan mengevaluasi efektivitas TPS3R dan memberikan insentif bagi kelompok swadaya masyarakat yang berhasil menekan volume sampah ke Cipeucang,” kata Benyamin.
Pemkot Tangsel juga mendorong digitalisasi sistem pengangkutan sampah melalui pemantauan real-time.
Sistem ini memungkinkan pemerintah memonitor pergerakan armada dan volume sampah tiap wilayah secara akurat, yang nantinya menjadi dasar penentuan alokasi anggaran serta skema retribusi yang lebih adil.
Regulasi dan Peluang Investasi
Dari sisi regulasi, Tim Percepatan ditugaskan untuk merampungkan draf Peraturan Wali Kota (Perwal) yang mendukung tata kelola sampah modern.
Kepastian regulasi tersebut diharapkan mampu menarik minat investor swasta untuk berkolaborasi dalam industri pengolahan limbah.
“Kami melihat potensi investasi yang besar di sektor ini. Dengan kepastian regulasi dalam 100 hari ke depan, kami membuka peluang kerja sama melalui skema KPBU maupun model bisnis lainnya,” tegas Benyamin.
Keberhasilan program ini akan diukur melalui sejumlah indikator, mulai dari penurunan volume sampah di TPA, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan, hingga kesiapan infrastruktur teknologi pengolahan.
“Seratus hari ini adalah fase perang melawan ego sektoral. Semua dinas harus bekerja dalam satu irama. Saya akan melakukan evaluasi dua minggu sekali agar seluruh rencana aksi berjalan sesuai jadwal,” pungkasnya.
Baca Juga: Serang Setop Kiriman Ratusan Ton Sampah dari Tangsel, Ada Apa?
Berita Terkait
-
Serang Setop Kiriman Ratusan Ton Sampah dari Tangsel, Ada Apa?
-
Gunungan Sampah di Ciputat Muncul Lagi, Bikin Macet Parah, Bau Busuk Menyerang
-
Kerja Sama dengan Pemkot Serang Bisa Jadi Solusi Sementara Pengelolaan Sampah di Tangsel
-
CERPEN: Elvis Presley di Bak Sampah
-
Satu Dekade Sisumaker Tangsel: Pionir Digitalisasi Birokrasi yang Kini Direplikasi Nasional
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion