- Wagub Babel, Hellyana, diperiksa Mabes Polri sebagai tersangka atas dugaan penggunaan ijazah palsu pada Rabu (7/1/2026).
- Hellyana menyatakan telah melalui proses hukum dan ijazah tersebut telah diverifikasi KPU saat pencalonan.
- Ketidakmampuan legalisasi terjadi karena kampus tutup, dan ia mengklaim tidak ada niat jahat merugikan pihak lain.
Suara.com - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hellyana, memenuhi panggilan penyidik Mabes Polri atas dugaan penggunaan ijazah palsu.
Hellyana bakal diperiksa sebagai tersangka dalam perkara ini. Kepada wartawan, ia mengaku siap menjalani proses pemeriksaan setelah dirinya ditetaokan sebagai tersangka tersangka.
“Saya melaksanakan semua proses hukum yang seharusnya, dan saya menghormati itu,” kata Hellyana, saat di Mabes Polri, Rabu (7/1/2026).
Hellyana mengklaim sama sekali tidak memiliki niat jahat. Terkait dengan ijazah yang digunakan olehnya saat maju mencalonkan diri, ijazahnya sudah diverifikasi oleh KPU.
“Jadi tidak ada niat jahat dan kita juga tidak mengetahui tentang hal itu karena waktu pencalonan DPRD, baik pencalonan Bupati 2018, itu sudah diverifikasi oleh KPU dan ada berita acaranya kita sudah diserahkan,” jelasnya.
Hellyana mengklaim tindakannya tidak merugikan siapapun. Persoalan ini, lebih kepada persoalan administrasi.
“Mudah-mudahan KUHP yang baru ini memang mengedepankan faktualnya. Jadi tidak, lebih cenderung ke kriminalisasi,” jelasnya.
Hellyana menuturkan, dirinya bisa maju mencalonkan diri dalam Pilgub 2024 menggunakan ijazah yang belum dilegalisir lantaran kampus tempatnya berkuliah tutup saat hendak melegalisir.
“Kronologisnya pada 2024, ketika kami mau melegalisir, itu kampusnya tutup. Jadi dikarenakan itu kami tidak sempat pada waktu itu karena kesibukan, karena saya juga pimpinan DPRD, sehingga tidak sempat untuk ke Kemendikti untuk ngurus legalisirnya,” ucapnya
Baca Juga: Tersandung Kasus Ijazah Palsu, Isi Garasi Wagub Babel Ternyata Penuh Mobil 'Tempur' yang Awet
“Kemudian dari keterangan beberapa keterangan setelah dicek di Kemendikti, maka itu ada kesalahan input,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Mengapa SBY Ingin Tempuh Jalur Hukum Soal Tudingan Dalang Ijazah Palsu Jokowi? Ini Penjelasan Analis
-
Difitnah Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief: Pak SBY Terganggu, Kemungkinan Bakal Ambil Langkah Hukum
-
Jokowi Buka Pintu Maaf Soal Tudingan Ijazah Palsu: Urusan Hukum, Ya Hukum
-
Tersandung Kasus Ijazah Palsu, Isi Garasi Wagub Babel Ternyata Penuh Mobil 'Tempur' yang Awet
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?
-
Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion
-
Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel
-
Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo
-
Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban
-
Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya
-
Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba