- Presiden Prabowo Subianto di Karawang membantah tuduhan ingin menjadi diktator sebagai prajurit TNI yang bersumpah setia.
- Prabowo Subianto menganggap kritik adalah pengingat dan pengaman penting untuk mencegah tindakan yang tidak semestinya.
- Ia berterima kasih atas koreksi mengenai gaya kepemimpinan militeristik dan memilih bekerja berdasarkan bukti nyata.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyadari segala tudingan yang dialamatkan kepada dia. Temasuk salah satunya tuduhan bahwa dirinya ingin menjadi diktator.
"Saya dituduh mau jadi diktator, saya dituduh mau berkuasa, saya dituduh mau kudeta," kata Prabowo Subianto saat berpidato di acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Menanggapi tuduhan tersebut, Prabowo membantah. Ia menegaskan sudah disumpah sejak muda saat menjadi prajurit TNI.
"Tetapi saya sejak muda saya bersumpah sebagai prajurit adalah prajurit dari Tentara Nasional Indonesia, TNI adalah tentara rakyat, TNI lahir dari rakyat," kata Prabowo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan dirinya tidak masalah terhadap kritik atas kepemimpinannya. Ia justru memandang positif terhadap segala bentuk kritik.
Menurutnya keberadaan kritik sangat penting sebagai pengingat dan pengaman dari hal-hal yang tidak seharusnta dilakukan.
"Kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, kita tidak suka dikoreksi, tapi sesungguhnya itu mengamankan, iya kan?" kata Prabowo dalam pidatonya di Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026).
Prabowo mencontohlan bentuk koreksi sederhana. Semisal ia lupa memasang lancing, kemudian diingatkan oleh anak buah. Meski melakukan koreksi, Prabowo memahami hal tersebut dilakukan demi mengamankan ia agar tidak tampil dengan kancing yang tidak terpasang.
"Jadi kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih. Tapi dia menjaga saya, dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan, iya kan?" kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Geleng-gelang Kepala: Bolak-balik Orang Datang Mau Nyogok Saya
Prabowo kembali bercerita saat dirinya masih aktif sebagai tentara. Pernah suatu ketika, Prabowo lupa mengenakan tanda pangkat lantaran sedang terburu-buru dan sibuk.
"Lari anak buah saya, 'Pak, Pak, jangan keluar Pak, tanda pangkat Bapak tidak lengkap'. Oh iya. Jadi apa? Dia mengamankan saya. Kritik, koreksi adalah menyelamatkan," kata Prabowo.
Prabowo justru menyampaikan terima kasih kepada para pengkritik. Ia mencontohkan satu hal yang ia lakukan koreksi usai dikritik soal gaya kepemimpinannya yang militerisme.
"Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak, 'Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme'. Wah, baru saya koreksi, apa bener? Oke baru kita lihat, panggil ahli hukum, panggil di mana, iya kan? Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," kata Prabowo.
"Jadi saudara-saudara, itu yang ingin saya sampaikan. Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja," sambung Prabowo
Berita Terkait
-
Prabowo Geleng-gelang Kepala: Bolak-balik Orang Datang Mau Nyogok Saya
-
Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja
-
Paradoks Kebahagiaan Rakyat: Ketika Tawa Menutupi Pemiskinan yang Diciptakan Negara
-
Benarkah Rakyat Indonesia Bahagia Meski Belum Sejahtera? Begini Pandangan Sosiolog UGM
-
Prabowo Agenda Panen Raya di Karawang, Zulhas dan Bobby Naik Motor
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
1,2 Juta Warga Lebanon Jadi Korban Serangan Membabi Buta Israel
-
Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob
-
Siapa Sadiq al-Nabulsi? Tokoh Islam Terpandang Lebanon Tewas dalam Serangan Israel
-
Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?
-
Trump Klaim Menang Telak di Iran Saat Gencatan Senjata Mulai Berlaku Bagi Militer Amerika Serikat
-
China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri