- Densus 88 Polri mengungkap 70 anak usia 11-18 tahun terpapar konten kekerasan ekstrem dalam grup *true crime community* di 19 provinsi.
- Mayoritas anggota grup tersebut bergabung karena mengalami perundungan atau kondisi keluarga yang tidak utuh sebagai pencarian penerimaan.
- Komunitas ini menyebar secara organik melalui konten digital seperti video dan meme, bukan merupakan organisasi terstruktur.
Selain itu, akses gawai (gadget) yang berlebihan tanpa pengawasan orang tua serta paparan konten kekerasan dan pornografi secara terus-menerus menjadi faktor pendorong lainnya yang mempercepat mereka terjerumus.
Bukan Organisasi, Tapi Propaganda Digital
Mayndra menegaskan bahwa true crime community ini bukanlah sebuah organisasi terstruktur dengan tokoh pendiri. Sebaliknya, ia tumbuh secara sporadis, liar, dan organik di tengah derasnya arus informasi digital.
"Komunitas yang merupakan pertemuan antara minat seseorang terhadap kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital yang transnasional," katanya.
Propaganda mereka disebar melalui format yang sangat akrab dengan generasi muda: video pendek, animasi, meme, hingga musik. Semua dikemas secara menarik untuk membangkitkan semangat dan menjadikan paham ekstremisme sebagai sebuah inspirasi atau solusi.
Kondisi psikologis anak pada fase pencarian identitas, yang belum memiliki kemampuan berpikir kritis dan haus akan pengakuan, menjadi sasaran empuk.
Akibatnya, paparan paham kekerasan di media sosial dapat dengan sangat cepat memengaruhi perilaku, emosi, dan pola pikir mereka.
Berita Terkait
-
Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara
-
Densus 88: Ideologi Neo Nazi dan White Supremacy Menyasar Anak Lewat Game Online!
-
Anak SD Diduga Bunuh Ibu di Medan: Kejanggalan Kasus dan Mengapa Polisi Sangat Berhati-hati
-
Han So Hee dan Jeon Jong Seo Lakukan Aksi Kriminal Penuh Risiko di Project Y
-
Jenazah Alvaro Kiano Nugroho Diserahkan Kembali ke Keluarga
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta
-
Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun
-
Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat
-
Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih
-
Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!
-
Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total
-
Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan