- Rakernas I PDIP hari kedua pada Minggu (11/1/2026) di Ancol fokus pada perumusan sikap politik strategis partai.
- Ketua Umum Megawati Soekarnoputri memimpin langsung perumusan arah penting partai setelah tiba siang hari.
- Agenda utama meliputi pembahasan komisi, rekomendasi strategis, dan arahan fundamental dalam sesi tertutup partai.
Suara.com - Suasana Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, memasuki babak krusial pada hari kedua, Minggu (11/1/2026).
Momen penting ini ditandai dengan kehadiran Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang datang untuk memimpin langsung perumusan arah dan sikap politik partai ke depan.
Presiden Ke-5 Republik Indonesia itu tiba sekitar pukul 12.15 WIB, tampil dengan busana khas bernuansa merah menyala. Pemandangan menarik tersaji saat Megawati turun dari boogie car yang mengantarnya.
Ia disambut langsung oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP, Prananda Prabowo, serta Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang telah menanti kedatangannya.
Sebelum memasuki ruang rapat utama yang menjadi pusat pengambilan keputusan strategis, Megawati menunjukkan sisi humanisnya.
Ia menyempatkan diri untuk berkeliling dan berinteraksi dengan para pelaku UMKM yang membuka stan di arena Rakernas.
Langkah Megawati sempat terhenti cukup lama di stan peragaan busana bertajuk "Singgasana Seni Bung Karno".
Ia tampak mengamati dengan saksama setiap detail aktivitas dan karya yang ditampilkan, menunjukkan apresiasinya terhadap kreativitas yang berakar pada semangat sang proklamator.
Sementara itu, Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, tiba di lokasi acara secara terpisah. Puan terpantau hadir sekitar pukul 13.30 WIB, menyusul ibunda dan para elite partai lainnya yang telah lebih dulu memulai agenda.
Baca Juga: Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
Hari kedua Rakernas ini memiliki bobot yang sangat berbeda dari hari pembukaan. Jika hari pertama diisi dengan pidato politik dan arahan umum, hari ini agenda difokuskan pada pembahasan materi yang lebih mendalam dan teknis.
Para kader terbaik partai dari seluruh Indonesia berkumpul dalam komisi-komisi untuk menggodok sikap politik resmi partai.
Sejumlah agenda utama yang dibahas meliputi penyampaian laporan dari setiap komisi serta perumusan rekomendasi strategis partai dalam membaca dan menyikapi dinamika politik nasional maupun global ke depan.
Puncaknya, Megawati dijadwalkan akan menyampaikan pandangannya secara khusus dalam sebuah sesi tertutup yang hanya dihadiri oleh para kader inti.
Momen ini menjadi yang paling ditunggu-tunggu, karena diyakini akan berisi arahan fundamental yang akan menjadi pegangan gerak partai.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Rakernas yang digelar pada 10–12 Januari 2026 ini bukanlah sekadar agenda rutin. Acara ini menjadi momentum untuk mengukuhkan posisi PDIP sebagai "Partai Penyeimbang" yang bekerja nyata di tengah rakyat.
Berita Terkait
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029