- Banjir terjadi di Telukjambe Barat, Karawang setelah tanggul Sungai Kalimalang jebol Jumat, dampaknya ratusan keluarga terdampak.
- BPBD Karawang mengerahkan perahu untuk evakuasi warga rentan sekaligus berkoordinasi perbaikan tanggul sementara.
- Pemerintah daerah meminta PJT II Jatiluhur menutup pintu bendungan untuk mengurangi debit air yang masuk Kalimalang.
Suara.com - Pemerintah Kabupaten Karawang bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda Kecamatan Telukjambe Barat setelah tanggul Sungai Kalimalang jebol pada Jumat. Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan keluarga terdampak akibat luapan air sungai yang merendam kawasan permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang langsung mengerahkan sejumlah perahu untuk membantu proses evakuasi warga, terutama di wilayah yang terendam cukup parah. Upaya ini difokuskan pada penyelamatan kelompok rentan serta pemindahan warga ke tempat yang lebih aman.
Kepala BPBD Karawang, Usep Supriatna, mengimbau masyarakat agar tidak bertahan di rumah dan segera mengungsi demi keselamatan. Warga juga diminta mengamankan kendaraan serta barang-barang berharga ke lokasi yang lebih tinggi.
Dalam penanganan darurat, BPBD Karawang melakukan koordinasi lintas instansi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mempercepat pengendalian banjir. Material untuk perbaikan sementara tanggul pun telah disalurkan ke lokasi terdampak.
"Untuk material penanganan tanggul berupa bronjong dan karung pasir telah dikirimkan ke lokasi, guna mencegah luapan air semakin meluas," katanya.
Selain itu, BPBD juga meminta PJT II Jatiluhur menutup satu pintu bendungan yang mengaliri air ke Sungai Kalimalang guna mengurangi debit air. Tanggul yang jebol diketahui berada di wilayah Telukjambe Barat dengan lebar sekitar lima meter.
Luapan air sungai mengalir ke sipon saluran sekunder Cisalak dan menggenangi permukiman warga di Dusun Cisalak, Desa Margakaya. Berdasarkan data sementara, sekitar 400 keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar 50 hingga 70 sentimeter dan berpotensi terus meningkat.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Karawang Aep Syaepuloh turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal serta kebutuhan warga dapat segera terpenuhi.
Bupati menyebutkan bahwa laporan awal terkait pengikisan tanggul diterima pada pukul 09.20 WIB, dan pemerintah daerah langsung mengerahkan perangkat terkait ke lokasi kejadian.
Baca Juga: Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
"Kami juga menghaturkan terima kasih kepada pak Gubernur, PJT II, BBWS dan segenap pihak terkait yang selalu cepat tanggap dalam situasi keadaan darurat," katanya.
Berita Terkait
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Jejak Politisi dan Oligarki di Balik Banjir Sumatra, JATAM Bongkar Nama-nama Besar
-
Walhi Ungkap Parahnya Bencana Ekologis Aceh Tamiang, Negara Baru Hadir Sepekan Kemudian
-
Pemerintah Cuma Mikir Cuan, JATAM: Sumatra Akan Tetap Diterpa Bencana Meski Tak Ada Hujan Ekstrem
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian