News / Nasional
Minggu, 18 Januari 2026 | 07:03 WIB
Bripda Rio desersi, ketahuan gabung tentara bayaran di Rusia [Ist]
Baca 10 detik
  • Bripda Muhammad Rio, personel Satbrimob Polda Aceh, terbukti desersi dan bergabung sebagai tentara bayaran di Rusia berdasarkan pesan WhatsApp.
  • Rio meninggalkan Indonesia melalui Soekarno-Hatta pada Desember 2025, melalui China sebelum akhirnya tiba di zona konflik Rusia.
  • Sebelum desersi, Rio memiliki riwayat pelanggaran etik berat termasuk perselingkuhan dan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

4. Proses Desersi dan Pencarian Gagal

Rio mulai meninggalkan kedinasan tanpa izin pimpinan sejak 8 Desember 2025. Tim Provos sempat melakukan pencarian fisik ke rumah pribadi dan rumah orang tuanya, namun hasilnya nihil.

Pihak kepolisian juga telah melayangkan dua kali surat panggilan resmi pada akhir Desember 2025 dan awal Januari 2026, yang semuanya diabaikan oleh yang bersangkutan.

5. Pemecatan Secara Tidak Hormat (PTDH)

Melihat akumulasi pelanggaran yang dilakukan, Kapolda Aceh menegaskan bahwa Rio sudah tidak layak lagi menjadi bagian dari institusi Polri. Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) digelar secara in absentia pada tanggal 8 dan 9 Januari 2026.

Hasilnya, Bripda Muhammad Rio resmi diberhentikan sebagai anggota Polri karena terbukti melakukan desersi dan pelanggaran kode etik berat.

6. Penempatan di Garis Depan Perang

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa saat ini Bripda Rio telah berada di Rusia dan diduga ditempatkan di garis depan dalam konflik bersenjata melawan Ukraina.

Kapolda Aceh menyatakan tidak mengetahui secara pasti apa motif utama di balik keputusan nekat mantan anggotanya tersebut untuk terjun ke medan perang sebagai tentara bayaran.

Baca Juga: Sering Disebut Saat Razia Ternyata Ini Arti Tilang dan Asal Usul Istilahnya

Load More