- Presiden SBY menyuarakan kekhawatiran eskalasi geopolitik global berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga.
- SBY menyoroti kemiripan situasi dengan kondisi sebelum PD I dan PD II terjadi saat ini.
- Ia mengusulkan PBB segera menggelar Sidang Umum Darurat untuk mencegah krisis dunia besar.
Suara.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap eskalasi geopolitik global saat ini.
Melalui pernyataan resmi di akun X miliknya @SBYudhoyono, SBY memperingatkan bahwa dunia sedang berada di ambang Perang Dunia Ketiga yang berpotensi membawa kehancuran total.
SBY, yang selama puluhan tahun mendalami bidang geopolitik serta perdamaian dan keamanan internasional, menyebut situasi saat ini memiliki kemiripan yang mengkhawatirkan dengan kondisi menjelang Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945), kemiripan situasi tersebut diantaranya munculnya pemimpin yang haus perang, adanya persekutuan negara, dan sebagainya.
“Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas," tulis SBY dalam unggahannya, dikutip Senin (19/1/2026).
SBY menekankan bahwa jika perang total yang melibatkan senjata nuklir terjadi, dampaknya tidak akan menyisakan peradaban.
Ia juga melihat dari berbagai studi yang menyebutkan bahwa jika perang dunia itu terjadi, maka korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 miliar manusia.
"Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia," tegasnya.
Ia pun menyayangkan sejarah yang seolah berulang, dimana langkah nyata untuk mencegah peperangan sering kali tidak terjadi meskipun tanda-tanda kehancuran sudah terlihat jelas di depan mata.
Sebagai solusi konkret, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil inisiatif luar biasa.
Baca Juga: SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
Ia mendesak PBB untuk mengundang para pemimpin dunia di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly).
“Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru,” usul SBY.
Meskipun ia mengakui bahwa saat ini PBB tampak kurang berdaya dalam menghadapi dinamika kekuatan global, SBY menegaskan bahwa lembaga internasional tersebut tidak boleh diam dan membiarkan sejarah mencatat mereka melakukan pembiaran dan juga doing nothing.
Menutup narasinya, SBY menuliskan sebuah pesan optimisme untuk para pemimpin hingga seluruh masyarakat.
“Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way. SBY” tutup SBY.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD
-
Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo
-
Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
Terkini
-
Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Satu Meja di Istana Merdeka: Prabowo Buka Puasa Bareng Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI
-
Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan
-
DPR Minta Pemerintah Batasi Pemudik Motor yang Membawa Anak dan Istri di Lebaran 2026
-
Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran
-
Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda
-
Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah
-
Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei
-
Janji Pramono Anung Benahi Jalan Setu Babakan yang Jadi "Bubur Lumpur" Imbas Proyek
-
Putri Zulhas Sebut Stok BBM RI Hanya Cukup 21 Hari, DPR Segera Gelar Rapat Bahas Energi