- Dua pria berinisial HW dan FTR ditetapkan tersangka setelah janjian masturbasi di Bus TransJakarta Rute 1A.
- Pertemuan tersebut direncanakan melalui media sosial tiga hari sebelumnya dan terjadi di tengah keramaian penumpang.
- Aksi mereka menyebabkan cairan mengenai pakaian seorang penumpang perempuan, lalu pelaku diamankan petugas dan penumpang.
Suara.com - Dua lelaki ditangkap polisi setelah janjian untuk masturbasi bersama di Bus TransJakarta Rute 1A, Balai Kota-Pantai Maju.
Kekinian, Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, dua lelaki berinisial HW dan FTR itu telah dijadikan tersangka.
Aksi tak terpuji ini tidak hanya melanggar norma kesopanan, tetapi juga memicu kemarahan publik setelah terungkap bahwa perbuatan tersebut dilakukan di tengah keramaian penumpang.
Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan kedua pelaku setelah adanya laporan dari warga dan petugas Transjakarta yang berada di lokasi kejadian.
Kenal di Media Sosial dan Sudah Janjian
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, terungkap fakta mengejutkan mengenai hubungan antara kedua tersangka.
AKBP Onkoseno membeberkan bahwa HW dan FTR bukanlah teman lama.
Keduanya menjalin komunikasi melalui platform digital sebelum memutuskan untuk bertemu secara fisik.
"Pelaku HW dan FTR sebelumnya tidak saling kenal. Mereka baru kenal setelah berkomunikasi melalui media sosial," kata Onkoseno, dikutip hari Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Diduga Masturbasi di Bus TransJakarta, Dua Penumpang Diperiksa Polisi
Hubungan singkat ini berlanjut dengan intensitas komunikasi yang rutin.
Seno menambahkan, pertemuan di dalam bus tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sesuatu yang telah direncanakan sebelumnya.
"Tiga hari sebelumnya mereka sudah berkomunikasi," kata dia.
Pada malam kejadian, keduanya sepakat untuk bertemu dan pulang bersama menggunakan jasa transportasi bus TransJakarta.
Titik temu mereka berada di salah satu halte di kawasan Jakarta Utara.
"Mereka janjian bareng pulang pakai TransJakarta. Ketemuan di Halte Busway PIK."
Berita Terkait
-
Diduga Masturbasi di Bus TransJakarta, Dua Penumpang Diperiksa Polisi
-
Jerit Ibunda Korban Salah Tangkap Aksi Demo Agustus, Dua Jari Anaknya Patah Diduga Disiksa Polisi
-
Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Kematian Misterius Satu Keluarga di Warakas
-
Tragis! Ayah di Jakut Setubuhi Putri Kandung hingga Hamil, Terungkap Setelah Korban Berani Melapor
-
BGN Tegaskan Pentingnya Ompreng Stainless Steel 304 Asli di Program MBG Setelah Kasus Pemalsuan
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan