- Anggota TPUA, Rustam Effendi, mengkritik keras Eggi Sudjana sebagai "musuh dalam selimut" karena dianggap meninggalkan perjuangan TPUA.
- Rustam kini menyadari peringatan Rizal Ramli beberapa tahun lalu mengenai manuver Eggi yang berpotensi mengkhianati mereka.
- Rustam mengklaim Prabowo Subianto lebih dipercaya daripada Jokowi, mengungkit isu ijazah palsu sejak tahun 2014.
Suara.com - Ketegangan internal di tubuh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) akhirnya meledak ke publik.
Anggota TPUA, Rustam Effendi, secara blak-blakan melontarkan kritik pedas terhadap rekan sejawatnya, Eggi Sudjana. Rustam menyebut Eggi sebagai "musuh dalam selimut" dan "duri dalam daging" di tengah perjuangan mereka.
Rustam mengungkapkan bahwa dirinya kini baru menyadari kebenaran peringatan dari almarhum Rizal Ramli (RR) beberapa tahun silam mengenai sosok Eggi Sudjana.
Rustam menceritakan sebuah momen emosional sebelum Rizal Ramli tutup usia. Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) disebut sempat memberikan peringatan khusus kepada Rustam agar berhati-hati terhadap manuver Eggi Sudjana.
"Hati-hati kamu dengan Egi dia bisa balik badan gitu," ujar Rustam yang mengucapkan pesan RR dalam kanal YouTube, Forum Keadilan TV, Selasa (20/1/2026).
Meski sempat membantah peringatan tersebut karena rasa percaya kepada Eggi, Rustam kini mengaku insting Rizal Ramli sangat tajam.
Ia merasa ditinggalkan oleh Eggi di saat kondisi TPUA sedang berada di ujung tanduk.
"Hari ini terbukti. Jadi kalau bicara jahat, mungkin Bang Egi sangat jahat kalau buat saya. Dia membiarkan kami bertiga dari TPUA dalam kondisi seperti ini," tegas Rustam.
Menanggapi mundurnya Eggi dari barisan perjuangan tertentu, Rustam mengaku justru merasa bersyukur. Baginya, keluarnya Eggi dari lingkaran utama TPUA merupakan pembersihan internal.
Baca Juga: Pramono Anung: Proyek Giant Sea Wall Jakarta Dimulai September 2026
"Artinya musuh dalam selimut itu sudah enggak ada. Egi itu musuh dalam selimut di TPUA, ibaratnya dia duri dalam daging," kata dia.
Rustam menegaskan bahwa arah perjuangan mereka tetap konsisten, yakni melakukan perlawanan terhadap kepemimpinan Mantan Presiden Joko Widodo secara total.
Selain itu, Rustam juga melontarkan pernyataan mengejutkan terkait dinamika politik nasional. Ia membandingkan tingkat kepercayaannya antara Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.
Secara spesifik, Rustam mengungkit kembali isu lama mengenai dugaan ijazah palsu Jokowi.
Ia mengklaim bahwa jika isu tersebut terbongkar sejak 2014, maka sejarah politik Indonesia akan berubah.
"Sebenarnya juga yang dibohongi itu kan bukan saya juga, bukan rakyat. Prabowo juga dibohongi sejak 2014 loh. Kalau Jokowi terbongkar ijazahnya di tahun 2014, siapa presidennya saat itu? Artinya Prabowo dibohongi oleh Jokowi dan Prabowo artinya presiden yang sah saat itu," klaim Rustam.
Berita Terkait
-
Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
Jejak Digital Berbisa! Adian PDIP Unggah Pesan Jokowi untuk Bupati Pati yang Kini Ditangkap KPK
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Kisah Pak Minta: Curi Labu Siam Demi Menu Buka Puasa Ibu yang Renta hingga Tewas Dipukuli Tetangga
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
Vidi Aldiano Berpulang, Wapres Gibran: Indonesia Kehilangan Talenta Muda Berbakat
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora