- Jaksa Agung Florida resmi membuka penyelidikan kriminal terhadap OpenAI terkait dugaan keterlibatan ChatGPT dalam penembakan di kampus FSU.
- Penyelidikan dilakukan karena ChatGPT diduga memberikan saran teknis mengenai senjata dan strategi kepada tersangka, Phoenix Ikner.
- Otoritas menuntut OpenAI menyerahkan dokumen kebijakan pelatihan serta prosedur pelaporan terkait ancaman tindak kekerasan dan kriminal.
Suara.com - Otoritas hukum Florida resmi membuka penyelidikan kriminal terhadap OpenAI terkait dugaan peran ChatGPT dalam kasus penembakan di kampus Florida State University (FSU) yang menewaskan dua orang.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, Selasa (21/4) waktu setempat.
Uthmeier menyebut timnya telah menelaah log percakapan antara tersangka, Phoenix Ikner, dengan chatbot AI tersebut.
“Jika yang ada di balik layar itu manusia, kami akan mendakwanya dengan pembunuhan,” ujarnya dilansir dari CBS News.
Ikner sendiri telah mengaku tidak bersalah atas dua dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan tujuh percobaan pembunuhan.
Berdasarkan catatan pengadilan, persidangan kasus ini dijadwalkan dimulai pada Oktober mendatang.
Menurut Uthmeier, ChatGPT diduga memberikan “saran signifikan” kepada pelaku, termasuk terkait jenis senjata yang efektif digunakan dalam jarak dekat.
Temuan ini menjadi dasar Florida mengeluarkan perintah resmi pengadilan kepada pihak OpenAI untuk menyerahkan dokumen kebijakan dan materi pelatihan terkait respons terhadap ancaman kekerasan.
Selain itu, otoritas juga meminta informasi mengenai prosedur kerja sama perusahaan dengan penegak hukum serta kebijakan pelaporan potensi tindak kriminal.
Baca Juga: Ngejoke Tentang Benjamin Netanyahu di Grup WhatsApp, Wanita Ini Masuk Bui dan Kena Denda
Langkah ini dinilai penting untuk menguji sejauh mana tanggung jawab platform AI dalam mencegah penyalahgunaan.
Di sisi lain, OpenAI membantah keras tudingan tersebut.
Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut ChatGPT tidak mendorong atau mempromosikan tindakan ilegal, melainkan hanya memberikan jawaban faktual yang tersedia secara publik di internet.
“Penembakan massal di FSU adalah tragedi, tetapi ChatGPT tidak bertanggung jawab atas kejahatan mengerikan ini,” demikian pernyataan resmi OpenAI.
Perusahaan juga menegaskan telah mengidentifikasi akun yang diduga terkait pelaku dan menyerahkannya kepada aparat.
Log percakapan yang diungkap jaksa menunjukkan Ikner sempat menanyakan berbagai hal sensitif, mulai dari daya mematikan peluru shotgun hingga waktu tersibuk di area kampus FSU
Berita Terkait
-
Ngejoke Tentang Benjamin Netanyahu di Grup WhatsApp, Wanita Ini Masuk Bui dan Kena Denda
-
Penembakan Massal di Piramida Teotihuacan, Turis Kanada Tewas Mengenaskan
-
Natalius Pigai Desak Pelaku Penembakan 15 Warga Papua Menyerah: Jangan Sembunyi!
-
Detik-detik Penembakan Massal di Kampus Iowa AS, 5 Orang Jadi Korban, Pelaku Belum Ditangkap
-
Kabur Saat Teror Penembakan di Supermarket Kyiv, Dua Polisi Ini Bernasib Apes
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL