News / Internasional
Rabu, 22 April 2026 | 09:20 WIB
Ilustrasi ChatGPT dan Deepseek. [Ist]
Baca 10 detik
  • Jaksa Agung Florida resmi membuka penyelidikan kriminal terhadap OpenAI terkait dugaan keterlibatan ChatGPT dalam penembakan di kampus FSU.
  • Penyelidikan dilakukan karena ChatGPT diduga memberikan saran teknis mengenai senjata dan strategi kepada tersangka, Phoenix Ikner.
  • Otoritas menuntut OpenAI menyerahkan dokumen kebijakan pelatihan serta prosedur pelaporan terkait ancaman tindak kekerasan dan kriminal.

Suara.com - Otoritas hukum Florida resmi membuka penyelidikan kriminal terhadap OpenAI terkait dugaan peran ChatGPT dalam kasus penembakan di kampus Florida State University (FSU) yang menewaskan dua orang.

Langkah ini diumumkan langsung oleh Jaksa Agung Florida, James Uthmeier, Selasa (21/4) waktu setempat.

Uthmeier menyebut timnya telah menelaah log percakapan antara tersangka, Phoenix Ikner, dengan chatbot AI tersebut.

“Jika yang ada di balik layar itu manusia, kami akan mendakwanya dengan pembunuhan,” ujarnya dilansir dari CBS News.

Ikner sendiri telah mengaku tidak bersalah atas dua dakwaan pembunuhan tingkat pertama dan tujuh percobaan pembunuhan.

Berdasarkan catatan pengadilan, persidangan kasus ini dijadwalkan dimulai pada Oktober mendatang.

AS Mencekam! Sinagoge di Michigan Ditabrak, Kampus Virginia Ditembaki Eks Tentara [Tangkap layar X]

Menurut Uthmeier, ChatGPT diduga memberikan “saran signifikan” kepada pelaku, termasuk terkait jenis senjata yang efektif digunakan dalam jarak dekat.

Temuan ini menjadi dasar Florida mengeluarkan perintah resmi pengadilan kepada pihak OpenAI untuk menyerahkan dokumen kebijakan dan materi pelatihan terkait respons terhadap ancaman kekerasan.

Selain itu, otoritas juga meminta informasi mengenai prosedur kerja sama perusahaan dengan penegak hukum serta kebijakan pelaporan potensi tindak kriminal.

Baca Juga: Ngejoke Tentang Benjamin Netanyahu di Grup WhatsApp, Wanita Ini Masuk Bui dan Kena Denda

Langkah ini dinilai penting untuk menguji sejauh mana tanggung jawab platform AI dalam mencegah penyalahgunaan.

Di sisi lain, OpenAI membantah keras tudingan tersebut.

Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut ChatGPT tidak mendorong atau mempromosikan tindakan ilegal, melainkan hanya memberikan jawaban faktual yang tersedia secara publik di internet.

“Penembakan massal di FSU adalah tragedi, tetapi ChatGPT tidak bertanggung jawab atas kejahatan mengerikan ini,” demikian pernyataan resmi OpenAI.

Perusahaan juga menegaskan telah mengidentifikasi akun yang diduga terkait pelaku dan menyerahkannya kepada aparat.

Log percakapan yang diungkap jaksa menunjukkan Ikner sempat menanyakan berbagai hal sensitif, mulai dari daya mematikan peluru shotgun hingga waktu tersibuk di area kampus FSU

Load More