- Seorang suami di Sleman menjadi tersangka setelah terlibat insiden dengan penjambret di dekat Maguwoharjo pada April 2025.
- Tersangka menabrak motor pelaku penjambretan hingga menyebabkan dua pelaku tewas di lokasi kejadian.
- Berkas kasus telah tahap dua ke Kejaksaan, dan suami kini berstatus tahanan luar dengan pengawasan gelang GPS.
Suara.com - Sebuah curhatan memilukan viral di media sosial melalui akun @merapi_uncover. Seorang istri menceritakan nasib suaminya yang kini berstatus tersangka setelah berusaha membelanya dari aksi penjambretan yang terjadi di dekat Maguwoharjo, Kabupaten Sleman pada April 2025 lalu.
Peristiwa itu sempat ditangani Satlantas Polresta Sleman pada Rabu (30/4/2025) lalu. Saat itu, polisi masih menyebut kejadian tersebut sebagai murni kecelakaan lalu lintas.
Namun ternyata kasus ini terus berlanjut dengan status hukum yang mengejutkan bagi pihak keluarga korban penjambretan.
"Suami saya bukan kriminal. Suami saya melindungi istrinya, itu (pasti) yang dilakukan semua suami jika istrinya dijambret di depan matanya. Saya yakin semua suami melakukan hal seperti itu," kata istri tersangka, Arista Minaya (39) saat dihubungi, Kamis (22/1/2026).
Kronologi
Arista mengungkap kronologi peristiwa yang menimpa dia dan suaminya. Bermula pada pagi hari tanggal 26 April 2025, saat Arista mengendarai motor dan suaminya mengendarai mobil beriringan untuk mengantar pesanan katering ke sebuah hotel di Jalan Laksda Adisucipto.
"Suami saya naik mobil dari Berbah, saya naik motor dari Pasar Pathuk. Secara enggak sengaja ketemu di atas Jembatan Layang (Janti)," ucapnya.
Saat itu ia berada di lajur sebelah kiri sedangkan suami yang mengendari mobil berada di lajur sebelah kanan.
Kemudian tiba-tiba tak jauh dari titik pertemuan mereka, datang dua orang berboncengan memepet motor Arista dari sebelah kiri. Tanpa aba-aba langsung memutus tali tasnya menggunakan senjata tajam jenis cutter.
Baca Juga: Senjakala Lapak Permak Jin dan Sol Sepatu: Antara Kenangan Mahasiswa dan Harapan Baru Pasar Terban
"Cuman beberapa detik pas saya nengok itu, tas saya udah dibawa karena dicutter, talinya itu dicutter. Saya itu spontan teriak, 'jambret!'," kenangnya.
Namun saat itu, tak ada pemotor atau orang lain yang menolong. Melihat kejadian tersebut, sang suami refleks memepet motor pelaku ke arah trotoar.
"Itu sampai dipepetnya itu sampai tiga kali sama suami saya," ucapnya.
Hal itu dilakukan untuk memberhentikan mereka dan mengambil kembali tas berisi nota-nota penting. Tetapi upaya pengejaran berakhir fatal ketika motor pelaku yang melaju kencang hilang kendali dan menabrak tembok hingga kedua pelaku tewas di lokasi kejadian.
"Nabrak tembok itu terus terpental dia. Motor dan jambretnya itu terpental. Bahkan yang satu itu masih pegang kater pada waktu posisi tengkurap enggak sadarkan diri itu, itu masih, digegam," ungkapnya.
Menurut Arista, suaminya disangkakan pasal terkait pembelaan diri yang berlebihan. Sementara untuk kasus penjambretannya sendiri dianggap gugur demi hukum setelah kedua pelakunya meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Senjakala Lapak Permak Jin dan Sol Sepatu: Antara Kenangan Mahasiswa dan Harapan Baru Pasar Terban
-
Viral Guru Honorer di Muaro Jambi Jadi Tersangka Gara-Gara Rambut Siswa, Kasus Kini Berakhir Damai
-
Penampakan Uang Rp2,6 Miliar dalam Karung dari OTT KPK Bupati Pati Sudewo
-
Duit Pemerasan Bupati Pati Disetor Pakai Karung, Isinya Sampai Recehan Rp10 Ribu
-
Doktif Pasang Syarat Damai dengan Richard Lee: Kembalikan Uang Ratusan Miliar ke Masyarakat
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi
-
Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas
-
Titip Anak, Titip Trauma? Wajah Gelap Daycare Ilegal di Indonesia
-
Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!
-
Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai
-
Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL
-
Proses Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Terus Dilakukan, RS Polri Ungkap Kendalanya
-
Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal
-
Tragedi Bekasi Timur, Alvin Lie Kritik Persimpangan Rel dan Jalan