- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendukung strategis keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian AS terkait krisis Gaza.
- Indonesia harus menjaga prinsip politik luar negeri bebas dan aktif agar tidak terikat agenda sepihak negara lain.
- TNI telah menyiapkan Pasukan Garuda untuk misi kemanusiaan, rekonstruksi, dan menjaga stabilitas di wilayah tersebut.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan dukungan strategis atas keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut dinilai sebagai perwujudan komitmen nyata Indonesia dalam mendukung perdamaian internasional, khususnya terkait krisis kemanusiaan di Gaza.
Dave menjelaskan, keterlibatan Indonesia menjadi krusial dalam mendukung rekonstruksi Gaza serta konsolidasi gencatan senjata permanen, sejalan dengan mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
"Komisi I DPR RI memandang keputusan ini sebagai langkah strategis yang menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian internasional, khususnya terkait upaya rekonstruksi Gaza," ujar Dave kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
Meski demikian, Dave memberikan catatan kritis agar pemerintah tetap waspada terhadap dinamika geopolitik global yang kompleks.
Mengingat sejumlah negara NATO memilih tidak bergabung dalam inisiatif Amerika Serikat tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
"Indonesia harus memastikan keterlibatan dalam Dewan Perdamaian tidak mengurangi prinsip politik luar negeri bebas dan aktif yang menjadi dasar diplomasi sejak kemerdekaan," tegasnya.
Ia mengingatkan pemerintah untuk menempatkan posisi Indonesia secara hati-hati agar tidak dipersepsikan sekadar mengikuti agenda sepihak negara tertentu.
Keseimbangan hubungan dengan organisasi internasional seperti PBB, ASEAN, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dinilai harus tetap terjaga demi menjaga kepentingan nasional yang mandiri.
Baca Juga: Didesak 10.000 Petisi Konstituen, Rahayu Saraswati Hadir Lagi di DPR Kembali Pimpin Rapat Komisi VII
Dave juga mendorong agar proses keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan pengawasan parlemen serta publik.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama partisipasi Indonesia harus tetap berfokus pada aspek kemanusiaan dan perjuangan politik bagi rakyat Palestina.
"Hal ini penting untuk memastikan bahwa partisipasi Indonesia benar-benar diarahkan pada tujuan substansial, yakni memperjuangkan hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri, mendukung rekonstruksi Gaza, dan menjaga stabilitas kawasan," imbuhnya.
Sebagai langkah konkret di lapangan, Dave mengungkapkan bahwa Indonesia melalui TNI telah menyiapkan strategi nasional serta rencana kontinjensi untuk pengiriman Pasukan Garuda.
Pasukan tersebut nantinya akan bertugas sebagai simbol diplomasi sekaligus penjaga stabilitas dan pelindung warga sipil dalam misi kemanusiaan internasional.
"Pasukan Garuda akan bertugas menjaga keamanan dan stabilitas, melindungi warga sipil, mendukung rekonstruksi infrastruktur dasar, menyalurkan bantuan kemanusiaan, serta menjadi simbol diplomasi yang memperkuat posisi Indonesia di PBB," jelasnya.
Dave memastikan Komisi I DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat di bidang pertahanan dan hubungan luar negeri.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin setiap kebijakan dan tindakan pemerintah dalam Dewan Perdamaian berjalan selaras dengan nilai-nilai universal serta kepentingan nasional bangsa Indonesia.
Berita Terkait
-
Didesak 10.000 Petisi Konstituen, Rahayu Saraswati Hadir Lagi di DPR Kembali Pimpin Rapat Komisi VII
-
Usai Tetapkan Sudewo Jadi Tersangka Kasus DJKA, KPK Dalami Keterlibatan Anggota Komisi V DPR Lain
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Ditekan Tarif Trump, Inggris Pastikan Tidak Akan Mengalah soal Greenland
-
6 Fakta Kasus Guru Honorer Tri Wulansari, Tegur Murid Berujung Tersangka
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi
-
Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU, Minta Muktamar Jombang Bersih dari Praktik Transaksional
-
Sepatu Mirip Samba Cuma Rp190 Ribuan? Review Sepatu Lokal Corolla yang Laris Manis di Shopee
-
Pakar Hukum Soroti Penanganan Dugaan Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus
-
Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak
-
Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'