- Kenapa angin kencang dan hujan hari ini terjadi di berbagai wilayah?
- Angin kencang melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026.
- BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, di banyak provinsi seperti Bali dan Jawa.
Daftar Wilayah yang Perlu Waspada
BMKG telah merilis peringatan dini untuk berbagai daerah. Di Kabupaten Sleman, DIY, misalnya, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat mencapai kecepatan lebih dari 20 knot (sekitar 37 km/jam) hingga 25 Januari.
Peringatan serupa juga dikeluarkan untuk wilayah Malang dan sekitarnya. Berdasarkan data yang dirilis BMKG untuk tanggal 23 Januari 2026, berikut adalah rincian wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat dan Angin Kencang:
Potensi Angin Kencang:
- Aceh
- Banten
- DKI Jakarta
- Kalimantan Barat
- Kepulauan Bangka Belitung
- Kepulauan Riau
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
Potensi Hujan Sedang hingga Lebat:
- Bengkulu
- Gorontalo
- Maluku
- Papua
- Papua Pegunungan
- Papua Tengah
- Sumatera Selatan
Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat:
- DI Yogyakarta
- Lampung
Angin kencang bukanlah fenomena yang bisa dianggap remeh. Potensi bahaya yang ditimbulkan antara lain:
- Pohon Tumbang: Dahan rapuh atau pohon yang tidak kokoh bisa tumbang dan menimpa bangunan, kendaraan, atau bahkan pejalan kaki.
- Kerusakan Infrastruktur: Atap rumah, papan reklame, dan tiang listrik rentan mengalami kerusakan atau roboh.
- Gelombang Tinggi: Bagi wilayah pesisir, angin kencang dapat memicu gelombang laut yang tinggi, membahayakan aktivitas nelayan dan pelayaran.
- Gangguan Penerbangan: Kondisi angin yang ekstrem dapat mengganggu jadwal penerbangan.
Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Menghadapi fenomena ini, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah antisipasi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:
- Pangkas Dahan Pohon: Periksa kondisi pohon di sekitar rumah. Pangkas dahan yang sudah rapuh atau terlalu rimbun untuk mengurangi risiko tumbang.
- Perkuat Bangunan: Pastikan atap dan bagian lain dari rumah terpasang dengan kuat. Amankan benda-benda di luar rumah yang mudah terbang terbawa angin.
- Hindari Area Rawan: Saat angin bertiup sangat kencang, hindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau bangunan tua.
- Pantau Informasi Resmi: Selalu perbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial terverifikasi. Jangan mudah percaya pada informasi dari sumber yang tidak jelas.
Fenomena angin kencang pada 23-24 Januari 2026 ini merupakan pengingat bahwa cuaca ekstrem masih menjadi ancaman.
Baca Juga: Pelni Siapkan Strategi Jitu Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran, Apa Saja?
Kombinasi Monsun Asia yang kuat dan keberadaan bibit siklon tropis menciptakan kondisi atmosfer yang dinamis dan berpotensi membahayakan.
Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, kita dapat meminimalkan risiko dan dampak buruk yang mungkin terjadi.
Bagaimana kondisi angin di daerah Anda? Bagikan pengalaman dan tips Anda di kolom komentar di bawah ini. Mari saling mengingatkan dan tetap waspada!
Berita Terkait
-
Bukan Hujan Biasa: Menakar Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Hidrometeorologi
-
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Imbau Perusahaan Terapkan WFH
-
Jakarta Diprediksi Hujan Seharian Jumat Ini, Simak Rincian Cuaca di Wilayah Anda
-
Jakarta Berstatus Awas, BPBD Perpanjang Modifikasi Cuaca Antisipasi Hujan Ekstrem hingga 27 Januari
-
Peringatan Dini BMKG: Jabodetabek Siaga Hujan Sangat Lebat dan Angin Kencang pada Jumat Besok
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus