- Kenapa angin kencang dan hujan hari ini terjadi di berbagai wilayah?
- Angin kencang melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026.
- BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, di banyak provinsi seperti Bali dan Jawa.
Suara.com - Beberapa hari terakhir, banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia merasakan hembusan angin yang lebih kuat dari biasanya.
Penjelasan atas pertanyaan "kenapa angin kencang hari ini melanda Indonesia" pun ramai dicari. Fenomena ini bukan sekadar cuaca biasa, melainkan pertanda adanya dinamika atmosfer yang signifikan dan patut diwaspadai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan serangkaian peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, di sejumlah provinsi.
Lantas, apa sebenarnya yang menjadi pemicu utama di balik kondisi angin kencang disertai hujan ini?
Faktor Utama Penyebab Angin Kencang Menurut BMKG
Menurut analisis BMKG, kondisi angin kencang yang terjadi pada 23-24 Januari 2026 ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer.
Namun, ada dua fenomena utama yang menjadi sorotan: menguatnya Monsun Asia dan kemunculan bibit siklon tropis di selatan Indonesia.
1. Menguatnya Aliran Lintas Ekuator dari Monsun Asia
Monsun Asia, atau yang sering disebut Angin Baratan, sedang berada dalam fase aktif dan kuatnya. Angin ini membawa massa udara basah dari Benua Asia melintasi ekuator menuju wilayah Indonesia.
"Penyebab angin kencang hari ini salah satunya adalah adanya pola angin baratan atau yang dikenal dengan sebutan Monsun Asia," jelas BMKG dalam salah satu rilisnya.
Baca Juga: Pelni Siapkan Strategi Jitu Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran, Apa Saja?
Penguatan aliran ini secara langsung meningkatkan kecepatan angin rata-rata di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di bagian barat dan tengah. Dampaknya tidak hanya angin kencang, tetapi juga peningkatan curah hujan yang dapat memicu hujan lebat.
2. Bibit Siklon Tropis Mengintai di Selatan Indonesia
Faktor kedua yang lebih signifikan adalah terpantaunya beberapa bibit siklon tropis di Samudra Hindia, sebelah selatan Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
Kehadiran sistem tekanan rendah yang intensif ini bekerja layaknya "mesin penyedot" raksasa di atmosfer. Bibit siklon ini menarik massa udara dari wilayah sekitarnya, termasuk dari utara (wilayah Indonesia).
Tarikan kuat inilah yang menyebabkan percepatan angin yang signifikan di daratan. Wilayah seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi daerah yang paling merasakan dampaknya karena kedekatan geografis dengan pusat tekanan rendah tersebut.
BMKG secara spesifik memantau Bibit Siklon Tropis 91S dan 92S yang pergerakannya mempengaruhi pola cuaca regional.
Berita Terkait
-
Bukan Hujan Biasa: Menakar Kesiapsiagaan Menghadapi Risiko Hidrometeorologi
-
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Imbau Perusahaan Terapkan WFH
-
Jakarta Diprediksi Hujan Seharian Jumat Ini, Simak Rincian Cuaca di Wilayah Anda
-
Jakarta Berstatus Awas, BPBD Perpanjang Modifikasi Cuaca Antisipasi Hujan Ekstrem hingga 27 Januari
-
Peringatan Dini BMKG: Jabodetabek Siaga Hujan Sangat Lebat dan Angin Kencang pada Jumat Besok
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
Terkini
-
Perang Meluas! Iran Bombardir Bahrain, Kuwait, dan Yordania, Sasar Pangkalan AS
-
Ada 24 Nama Diduga Terkait Korupsi MBG, Mayoritas dari Kalangan Legislatif
-
Judi Online pada Anak Bukan Kenakalan, Melainkan Eksploitasi Digital
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Nama AHY Dikaitkan Kasus BGN, Demokrat Tegaskan Itu Fitnah
-
Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
-
BBM Naik, Pramono Optimistis Warga Jakarta Bakal Beralih ke Transportasi Umum
-
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!
-
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI